oleh

Tito Marah Mengetahui Oknum Polisi Menganiaya Rakyat

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertindak tegas, memecat oknum polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar dari jabatannya setelah ketahuan melakukan menendang dan memukul dua ibu paruh baya dan seorang anak. Oknum AKBP Yusuf dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung.

Aksi Yusuf menendang ibu paaruh baya tersebut, terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dalam rekaman itu Yusuf terlihat beberapa kali menendang seorang ibu paruh baya yang duduk bersimpuh di dalam sebuah super market.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, Yusuf dicopot setelah aksinya diketahui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurutnya, Tito marah karena aksi Yusuf tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri.

“Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (13/7/2018), seperti dilansir CNNIndonesia.

Baca Juga : Mobil Terbakar di Depan SPBU Jeneponto
Baca Juga : Rupiah Terdepresiasi, Biaya Produksi PLN Naik Rp 10 Triliun Lebih
Baca Juga : Kurangi Angka Kemiskinan Pemkab Lutra Bedah 685 Rumah

Ia pun menegaskan aksi Yusuf tidak mencerminkan sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.
Yusuf telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun’im mengatakan Aksi penganiayaan yang diduga dilakukan Yusuf terhadap dua orang ibu dan seorang anak tersebut diduga karena dilatarbelakangi oleh aksi pencurian.

Menurutnya, Yusuf menduga dua ibu dan seorang anak tersebut telah melakukan pencurian bersama empat orang lainnya di dalam tokonya.

Kekesalan Yusuf diduga kian bertambah lantaran dua orang ibu dan seorang anak tersebut tidak mau mengakui perbuatannya.

“AKBP Y terpancing emosi, karena mereka ramai-ramai maling. Saat yang tertangkap ditanya, bilangnya tidak tahu semua,” tuturnya. (rus)

Komentar

Berita Lainnya