oleh

Fadli Zon : BUMN Sarang Penampungan Tim Sukses Jokowi

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menilai jabatan Ali Muchtar Ngabalin sebagai Anggota Dewan Komisaris Angkasa Pura I merupakan hadiah karena menjadi tim sukses Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Iya mungkin ini hadiah. Saya kira tepatlah istilah itu,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Fadli mengaku, tidak terkejut jika Ngabalin mendapat jabatan tersebut. Ia menganggap sudah banyak tim sukses Jokowi yang duduk sebagai komisaris BUMN sebelum Ngabalin. Bahkan, menilai BUMN sebagai tempat penampungan bagi tim sukses Jokowi.

“BUMN menjadi tempat penampungan bagi tim sukses, eks tim sukses,” ujar Fadli seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Waketum Gerindra ini menilai pemberian jabatan strategis BUMN kepada Ngabalin dan sejumlah tim sukses Jokowi, berdampak buruk pada kinerja BUMN.

Ia melihat BUMN saat ini tidak bekerja optimal karena diisi oleh kalangan yang tidak ahli di bidangnya. Bahkan, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tidak konsisten dalam memilih orang yang tepat untuk memimpin BUMN.

“Harusnya (BUMN) lebih banyak dari orang-orang yang profesional di bidangnya. Sekarang ini BUMN kita amburadul jadinya karena mereka bukan orang-orang yang profesional. Jadi saya kira ini harus dikoreksi ke depan,” ujar Fadli.

Baca Juga : KPK Geledah Rumah Dirut PLN Sofyan Basir
Baca Juga : Tiga Personil Polres Lutra Naik Pangkat

Kementerian BUMN telah mengumumkan perubahan susunan komisaris PT Angkasa Pura I (Persero). Terdapat tiga nama baru yang menduduki posisi komisaris, yakni Djoko Sasono, Tri Budi Satriyo, dan Ali Mochtar Ngabalin.

Pengangkatan dan pemberhentian komisaris ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Angkasa Pura I (Persero) Nomor SK-210MBU/07/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris serta Penetapan Komisaris Independen PT Angkasa Pura I (Persero) tanggal 19 Juli 2018.

Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi Anggota Dewan Komisaris menggantikan Selby Nugraha Rahman yang telah menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Angkasa Pura I sejak 25 Oktober 2015.

Ali adalah politikus Partai Golkar sekaligus Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan. (rus)

Komentar

Berita Lainnya