oleh

Merasa Didiskriminasi, Ozil Mundur dari Timnas Jerman

banner 400x130

Gelandang serang Tim Jerman yang juga pengatur serangan Arsenal London, Mesut Ozil mengumumkan keputusannya mundur tim nasional. Pesepakbola berdarah Turki ini menyatakan tidak akan lagi membela Der Panzer karena merasa mendapat diskriminasi yang tidak adil terkait keputusannya bertemu Presiden Turki Recel Tayyip Erdogan pada bulan Mei silam.

Ozil yang kini berusia 29 tahun merupakan bagian dari skuat Jerman yang tersingkir di fase grup Piala Dunia di Rusia. Ia menjadi target kritik atas penampilannya dan pertemuannya dengan Erdogan, yang dituding melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Pengatur serangan Arsenal itu memiliki darah Turki dan membela tindakannya melalui pernyataan panjang. Ini adalah pertama kalinya Ozil membahas masalah ini di depan umum.

Baca Juga : MYKO Hotel Raih Penghargaan “Best Travelers Award 2018”

“Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan mengenai politik atau pemilihan, ini mengenai saya menghormati institusi tertinggi negara keluarga saya,” kata Ozil dalam pernyataannya di Twitter.

Ozil mengaku sebagai pesepak bola profesional. Bukan politisi dan tidak memiliki keterkaitan atau dukungan terhadap situasi politik tertentu. Pertemuannya dengan Erdogan bukan dukungan kebijakan apapun.

“Perlakuan yang saya terima dari DFB (Asosiasi Sepak Bola Jerman) dan banyak pihak lainnya membuat saya tidak lagi ingin mengenakan kaus tim nasional Jerman,” tambah Ozil.

Baca Juga : Asindo Pasarkan Hunian Konsep Baru

Ozil merasa seperti tidak diinginkan oleh timnas. Ia merasa apa yang telah lakukan untuk timnas sejak debut di tahun 2009 dilupakan begitu saja.

“Dengan berat hati dan setelah melakukan banyak pertimbangan karena kejadian-kejadian terkini, saya tidak akan lama lagi bermain untuk Jerman di level internasional karena saya memiliki perasaan rasisme dan tidak dihormati,” tambahnya.

Ozil mengaku sudah tidak memiliki lagi perasaan bangga mengenakan seragam timnas.
“Saya dulu mengenakan kaus timnas Jerman dengan perasaan bangga dan kegembiraan, namun sekarang tidak lagi,” kata Ozil. (fas)

Komentar

Berita Lainnya