oleh

Polisi Tewas Terkena Tembakan Kapolsek

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Seorang anggota polisi tewas akibat terkena tembakan yang dilakukan Kapolsek Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Iptu SW. Insiden tersebut terjadi, Selasa (31//7/2018), ketika Sang Kapolsek melepas tembakan peringatan untuk membubarkan aksi tawuran.

Untuk menjernihkan kasus tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan kronologi penembakan yang dilakukan Kapolsek Siotapina ketika berusaha membubarkan aksi tawuran di wilayah mereka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di TKP oleh bidang Propam Polda, sewaktu ada tawuran anak sekolah, kapolsek melakukan upaya pembubaran dengan tembakan peringatan,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jumat (3/8/2018), dilansir Republika.co.id.

Saat memberikan tembakan peringatan ke arah atas, untuk tembakan pertama tidak ada masalah. Namun pada saat tembakan kedua terjadi desak-desakan. Sehingga di tembakan kedua itulah, tembakan meleset dan melukai salah satu anggota di bagian kepala.

Baca Juga : Asindo Pasarkan Hunian Konsep Baru

 

“Tembakan peringatan ke arah atas untuk meniadakan apa yang tidak diinginkann seperti korban luka, itu memang diperbolehkan seorang anggota Polri melakukan diskresi. Tetapi ada accident ketika kapolsek menembakan kedua kalinya, terpeleset karena desak-desakan,” jelas Iqbal.

Meskipun diperbolehkan, Polri tetap terus melakukan penyelidikan apakah ketika mengeluarkan senjata itu ada unsur kesengajaan dan pelanggaran atau tidaknya. Jika memang tidak sengaja menembak anak buahnya hingga tewas, maka Polri tetap akan memberikan sanksi tegas karena kelalaian sang kapolsek yang menyebabkan anggotanya tewas.

“Kita sedang melakukan proses itu (dugaan kelalaian dan pelanggaran, Red). Kalau memang kecelakaan, tetap ada sanksi, karena apapun itu akibatnya menyebabkan orang meninggal dunia. Tidak berhati-hati,” papar Iqbal. (aga)

Komentar

Berita Lainnya