oleh

Putri Amien Rais Gelorakan #SomadEffect

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Sejak direkomendasikan menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Prabowo Subianti di Pilpres 2019 mendatang, nama Ustaz Abdul Somad (UAS) terus menjadi bahan perbincangan publik. Seruan agar UAS bersedia maju bersama Prabowo terus digelorakan.

Putri Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Hanum Salsabila Rais, menggelorakan tag itu lwat Instagramnya. Hanum mengawali postingan #SomadEffect dengan kisah Snouck Hurgronje, seorang berkebangsaan Belanda di zaman Hindia-Belanda yang belajar agama Islam, namun dalam perjalanannya justru dikenal sebagai mata-mata kolonial.

Hanum lalu membandingkan dengan kondisi politik menjelang pendaftaran Pilpres 2019. Dalam hal ini adalah nama Somad, yang menjadi salah satu kandidat cawapres Prabowo, hasil rekomendasi ijtima’ ulama.

“Di saat yang begitu krusial sekarang ini, marilah kita berdoa semoga sang suluh selama ini berkenan berubah menjadi mentari. Setetes embun di sahara bersedia menjelma jadi telaga mata air yang menyejukkan bagi bumi,” demikian kutipan tulisan Hanum dalam akun Instagram-nya seperti dilansir detik.com, Jumat (3/8/2018).

Hanum mengajak semua pihak meyakinkan Somad bahwa dia diperlukan oleh bangsa sebagai pemimpin, meski telah menolak secara halus rekomendasi ijtima’ ulama dan berharap kandidat lain yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri yang dipilih sebagai cawapres Prabowo.

Baca Juga : Kejati Sulsel Tahan Dua Tersangka Korupsi Dana Koperasi Senilai Rp 8 Miliar

 

“Marilah kita berbondong-bondong meyakinkan @ustadzabdulsomad bahwa dirinya diperlukan oleh bangsa, tidak hanya sebagai guru, namun pemimpin bangsa. Tarikh menorehkan cerita, Abu Bakar maupun Umar juga sebelumnya menolak jabatan yang diberikan pada mereka hingga mereka akhirnya menjadi umara panutan. Keulamaan dan kepemimpinan bersanding manis dalam era tersebut. Sejatinya politik dan agama memang sebuah kesatuan. Rasulullah pun telah menjadikan dirinya teladan sebagai pemimpin dan ulama terbaik sepanjang masa,” urai Hanum.

Dia menambahkan sejumlah hashtag dalam posting-annya. Salah satunya menyinggung soal cawapres.

“Kesempatan tidak akan datang berulang. Kehadiran UAS di tengah bangsa ini boleh jadi adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita. Mudah-mudahan Allah mengijabahi lewat dukungan seluruh elemen bangsa dan umat di Indonesia. Wallahu a’lam bissshhawaab #ustadzabdulsomad #cawapres let’s make #somadeffect everywhere!!” kata Hanum di akhir posting-annya.

Ustaz Somad memang mendapat dukungan dari PAN menjadi cawapres Prabowo, di saat PKS menawarkan Salim Segaf dan Demokrat mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun hingga kini, Prabowo belum mengambil keputusan sehingga koalisi belum deal.

Baca Juga : Asindo Pasarkan Hunian Konsep Baru

 

Sejumlah partai koalisi Prabowo sudah menanggapi seruan Hanum. Gerindra mengapresiasi gaung yang disuarakan putri tertua Amien Rais tersebut.

“Tentu kami menghormati dan menghargai hak politik Mbak Hanum yang mendorong Ustaz Abdul Somad jadi wapres,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (3/8/2018).

Menurut Andre, hal itu selaras dengan pendapat Amien Rais, yang mendorong Somad maju pada Pilpres 2019. Ia juga menambahkan Somad telah diperhitungkan sebagai cawapres Prabowo sesuai arahan ijtima’ ulama. Namun keputusan itu akan didiskusikan dengan parpol koalisi.

“Saya rasa juga sesuai dengan yang disampaikan Bang Fadli (Waketum Gerindra Fadli Zon) bahwa Ustaz Somad merupakan salah satu kandidat yang berpotensi menjadi cawapres Pak Prabowo. Tapi siapa yang dipilih kembali ke kesepakatan koalisi,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Partai Demokrat. Meski memberikan apresiasi, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memberi usul lain. Somad dinilai lebih baik menjadi ulama yang mengawal Prabowo, bukan cawapres.

“Hanum itu bagus seruannya. Namun jangan paksakan UAS untuk jadi cawapres karena belum tentu jamaahnya UAS setuju agar UAS maju sebagai cawapres,” ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean, Jumat (3/8/2018).

“Demokrat tidak dalam rangka setuju atau tidak (terhadap seruan Hamun), tapi Demokrat akan mendukung Prabowo. UAS akan lebih positif menjadi ulama yang mengawal Prabowo. Mengawal pemerintah ke depan agar tidak menyimpang,” tambahnya. (gun)

Komentar

Berita Lainnya