oleh

Demokrat Sebut Prabowo Khianati Komitmen Koalisi

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, menyebut Ketua Umum Partai Gerindra telah mengkhianati komitmen koalisi dengan cara memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019. Meski demikian, Demokrat dapat memahami sikap tersebut.

“Prabowo terpaksa mengkhianati komitmen untuk menang seperti saat pertama kali bertemu Demokrat sebulan lalu. Partai Demokrat. Sayangnya, alasan pengkhianatan yang menyangkut persoalan hidupnya itu dikemukakan jelang akhir pendaftaran. Ini soal aib yang tak perlu kami jelaskan,” kicau Andi di akun twitternya @AndiArief__.

Dalam kicau sebelumnya Andi menjelaskan bahwa Demokrat menolak Sandiaga menjadi cawapres Prabowo karena baik Prabowo maupun Sandi sama-sama berasal dari Partai Gerindra. Fakta itu disebut Andi melanggar etik koalisi.

“Prabowo terpaksa mengkhianati komitmen untuk menang seperti saat pertama kali bertemu demokrat sebulan lalu. Partai Demokrat. Sayangnya alasan pengkhianatan yang menyangkut persoalan hidupnya itu dikemukakan jelang akhir pendaftaran. Ini soal aib yg tak perlu kami jelaskan,” kicau Andi di akun twitternya @AndiArief__.

Baca Juga : Asindo Pasarkan Hunian Konsep Baru

 

Selain itu, Andi mengatakan partainya pun belum bisa menerima penjelasan dari Prabowo yang tidak memilih Agus Harimurti Yudhoyono karena ada PAN dan PKS menolak.

Andi menulis kicauan itu sebelum SBY bertemu Prabowo kembali kemarin malam. Andi pun mengatakan partainya masih membuka dua opsi bagi Prabowo untuk memulihkan koalisi.

Opsi pertama adalah kembali ke komitmen atau janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena faktor elektabilitas. Opsi kedua mencari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan mempertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi-Ma’ruf Amien.

Dua opsi tersebut tak digubris Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu tetap mendeklarasikan Sandi sebagai cawapresnya. Pukul 00.00 WIB, Andi melanjutkan kicaunya dengan menyatakan bahwa Demokrat tak lagi berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019.

“Bagi Pak Prabowo penghianatan itu hal biasa, bagi Partai Dempkrat itu hal Prinsip. Penyebabnya karena Pak Prabowo mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018. Jenderal Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu,” tulis Andi.

Andi mengatakan Demokrat tak mempersoalkan penghianatan Prabowo itu. Langkah itu terpaksa ditempuh Prabowo karena menyangkut keadaan hidupnnya. Namun, Andi menegaskan bahwa Demokrat tetap harus mengambil langkah untuk tidak bersama Gerindra.

Baca Juga : Gempa Berkekuatan 6,2 SR Guncang Pulau Sumbawa

 

Di kicau penutupnya Andi mengatakan Demokrat tetap mendoakan Prabowo meski tak lagi berkoalisi. Hanya saja Andi menitipkan sebuah pesan.

“Siapapun yang memiliki masalah cukup besar dalam hidup terutama soal ekonomi, sebaiknya jangan berpolitik. Karena akan memicu penghianatan,” kata Andi.

Demokrat sendiri pada hari ini akan menggelar rapat Majelis Tinggi untuk menyikapi perkembangan Pilpres 2019. Namun Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah akan berbalik mendukung kubu Jokowi usai deklarasi Prabowo-Sandiaga.

“Saya belum tahu persisnya, tapi yang melakukan komunikasi politik kan tingkat tinggi, ada waketum, sekjen. Sampai hari ini kita belum ada update ada komunikasi dengan pihak istana atau tidak,” katanya. (wan)

Komentar

Berita Lainnya