oleh

Legislator Sulsel Ajak Warga Taat Bayar Pajak Kendaraan

banner 400x130

BENTENG, POLiTIKA – Anggota DPRD Sulsel H.Hoist Bachtiar,S.Sos,MM meminta pelanggan Samsat di Kabupaten Selayar taat pajak membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) tepat waktu. Sebab pajak tersebut juga akan dinikmati masyarakat Selayar dalam bentuk pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut dikatakan Hoist saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Pajak Daerah dan Layanan Unggulan Samsat di Rayhan Square Hotel, Benteng, Selayar, Senin (27/8/2018).

Menurutnya, meski PKB dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Kepulauan Selayar Bapenda Provinsi Sulsel, namun warga Selayar tetap akan menikmatinya karena Pemkab Selayar akan menerima dana bagi hasil (DBH).

Sosialisasi yang dihadiriAnggota Komisi C DPRD Provinsi Sulsel H.Hoist Bachtiar, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Syamsu Ridwan,S.IK dan Kepala UPT Pendapatan Kepulauan Selayar Kasmir Huseng,S.Sos serta seratusan pelanggan Samsat Selayar, ASN Selayar, tokoh masyarakat, dan komunitas pemilik kendaraan bermotor ini dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pelaporan H. Reza Faizal Saleh, M.Si yang mewakili Kepala Bapenda Sulsel Drs H. Tautoto TR, M.Si.

Dalam pemaparannya, Reza mengatakan, sosialisasi ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada warga Selayar terkait pajak yang dikelola Bapenda Sulsel dan pajak yang dikelola Pemkab Selayar.

Baca Juga : Putrinya Kebagian Bangku Belakang di Sekolah, Ini Reaksi Bupati Lutra

Reza juga menyinggung Perda No.8 tahun 2017 tentang pajak daerah yang salah satu poinnya adalah penurunan pajak progresif. Perda ini sudah berlaku efektif sejak 1 Januari 2018.

Sebelum Perda No 8 tahun 2017 diberlakukan, pajak progresif yang dikenakan untuk kendaraan kedua sebesar 2,5 persen, sudah turun menjadi 2 persen. Kendaraan ketiga, dari 3,5 persen menjadi 2,25 persen. Untuk kepemilikan kendaraan keempat juga turun dari 4,5 persen menjadi 2,5 persen. Untuk kendaraan kelima dan seterusnya kini hanya dikenakan 2,75 persen dari 5,5 persen sebelumnya.

“Dengan peraturan tersebut, setiap pelanggan Samsat yang memiliki kendaraan lebih dari satu, akan merasa lebih ringan dan lebih mudah menyelesaikan kewajibannya,” kata Reza pada sosialisasi yang dipandu oleh Kepala UPT Pendapatan Wilayah Kepulauan Selayar,Kasmir Huseng,S.Sos

Untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah, Samsat Kepulauan Selayar melakukan sejumlah inovasi dalam menghimpun pajak daerah, antara lain dengan membuat Samsat Care yang mendatangi pelanggan samsat di rumah atau di kantornya.

Dijelaskan pula bahwa dengan adanya insentif BBN-KB sebesar 20 persen yang diberikan Bapenda Sulsel, maka BBN-KB di Sulsel menjadi 10 persen yang sebelumnya sebesar 12,5 persen.

Dijelaskan juga ada lima pajak daerah yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

Pajak daerah itu dibagihasilkan dengan persentase tertentu. PKB dan BBN-KB misalnya, sebesar 70 persen diberikan ke provinsi, sedang 30 persennya untuk kabupaten/ kota. Untuk PBB-KB, bagi hasil yang diterima provinsi hanya 30 persen dan 70 persennya diberikan ke kabupaten/ kota. Sedang untuk PAP, kabupaten/ kota maupun provinsi, masing-masing memperoleh 50 persen. Untuk pajak rokok, porsi bagi hasil untuk kabupaten/ kota lebih besar dari provinsi. Kabupaten/ kota memperoleh 70 persen, sedang provinsi hanya kebagian 30 persen.

Dikatakan, untuk melayani dan memberi kenyamanan kepada masyarakat, khususnya pelanggan Samsat dalam menyelesaikan kewajiban pajaknya di wilayah Sulsel, telah ada 25 Samsat induk, satu Samsat pembantu, empat pos pembantu, dan 29 gerai Samsat. Selain itu, dibantu pula dengan beberapa armada Samsat keliling.

“Ini merupakan layanan unggulan yang dibuat, guna memberikan pelayanan dan kenyamanan serta kemudahan kepada pelanggan Samsat dalam menyelesaikan kewajiban pajaknya. Ini sesuai dengan tag line Bapenda, yaitu datang disambut senyum pulang dengan tersenyum,” kata Reza

Selain itu, terdapat pula beberapa layanan unggulan Samsat di wilayah provinsi Sulsel, salah satunya yang terbaru adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor non tunai melalui ATM dan kartu debit.

Baca Juga : Fadli dan Fahri Temui Rizieq di Mekkah

 

Bapenda Sulsel, telah melakukan sejumlah terobosan guna memanjakan pelanggan Samsat dalam menyelesaikan kewajiban pajaknya. Selain pembayaran non tunai, ada pula Samsat Keliling, Samsat Drive Thru, Samsat Delivery, Pelayanan e-Samsat, Samsat Door to door, serta layanan lainnya. Bahkan, dengan memanfaatkan teknologi melalui info Pajak via SMS dan twitter, setiap wajib pajak dapat mengetahui dan memperoleh informasi besaran dan tanggal jatuh tempo pajak kendaraannya.

“Ini semua untuk menunjang kelancaran masyarakat dalam menyelesaikan pajaknya,” katanya.
“Pencapaian pajak untuk tahun anggaran 2018 diharapkan dapat terpenuhi sesuai dengan waktu dan target telah ditetapkan,”

Dijelaskan juga bahwa hingga Juni 2018, Kabupaten Kepulauan Selayar mendapatkan dana bagi hasil (DBH) dari Bapenda Sulsel sebesar Rp 14,16 miliar. Jumlah ini akan bertambah seiring meningkatnya realiasasi penerimaan pajak daerah yang dikelola Bapenda Sulsel.

Selain Reza, dan Hoist Bachtiar, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Syamsu Ridwan,S.IK juga membawakan materi tentang peranan Polri dalam pelayanan pajak daerah di Samsat Selayar. (zul)

Komentar

Berita Lainnya