oleh

KPK Tahan Idrus Marham

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, dalam dugaan kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Usai diperiksa, pria yang telah mundur dari jabatan menteri sosial itu keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 18.20 WIB, mengenakan rompi oranye sebagai tanda tahanan lembaga antirasuah tersebut. Ia langsung menaiki mobil dan dibawa ke Rutan Gedung KPK.

“IM ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di K4,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dilansir CNNIndonesia.com.

Idrus datang ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus yang juga telah menjerat anggota DPR dari fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih. Dalam kasus ini, Idrus bersama-sama Eni diduga menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo.

Baca Juga :Menang Sengketa, A Muttamar Masuk DCS Lagi

 

Pria asal Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan ini diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang oleh Eni dari Kotjo, yakni sekitar November-Desember 2017 sebesar Rp 4 miliar dan Maret-Juni 2018 sekitar Rp 2,25 miliar.

Dia juga diduga berperan mendorong agar proses penandatanganan Purchase Power Agreement (PPA) dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. Proyek tersebut kini dihentikan sementara usai KPK mengusut kasus suap ini.

Tak hanya itu, Idrus pun diduga menerima janji mendapatkan bagian yang sama seperti jatah Eni Saragih sebesar 1,5 juta dolar AS dari Kotjo. Uang itu akan diberikan bila Idrus berhasil membantu Kotjo mendapat proyek PLTU Riau-1 senilai 900 juta dolar AS.

Eni sendiri disebutkan mengajukan diri menjadi justice collaborator dalam kasus ini kepada KPK. (gun)

Komentar

Berita Lainnya