oleh

Honorer K2 Demo DPRD Bulukumba

banner 400x130

BULUKUMBA, POLiTIKA – Puluhan anggota Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2-I) Bulukumba, menggelar unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, Jumat (14/9/2018) siang. Mereka memprotes Permempan No 36 tahun 2018 yang mengatur batasan usia honorer eks kategori 2 sebagai persyaratan CPNS 2018.

Forum honorer tersebut, mengatakan peraturan itu sama halnya mengkebiri hak honorer dan sama sekali tak berprikeadilan.

“Kami meminta DPRD Bulukumba agar mendesak pemerintah daerah dan pusat mengahapus aturan tersebut. Kami sudah mengabdi selama puluhan tahun,” kata salah satu orator, Bahtiar Zibran.

Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban bekas, namun hal itu tak berjalan lama setelah pihak anggota DPRD menerima para pendemo di ruang rapat paripurna.

Baca Juga : Ini Alasan Najwa Tolak Jadi Timses Jokowi-Ma’ruf

Anggota dewan yang menerima aspirasi pendemo yakni Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, Hj Hilmiaty Asip, H Patudangi Azis, H Bactiar Ilham, dan sejumlah legislator lainnya.

Dalam pertemuan itu, Kepala BKPSDM Bulukumba Andi Ade Ariadi, juga hadir menerima aspirasi para pengunjuk rasa. Namun Andi Ade tak bisa berbuat banyak karena hanya menjalankan regulasi sesuai petunjuk dari kementerian.

Kendati demikian, Andi Ade mengaku telah menyurat ke kementerian terkait dengan polemik penerimaan CPNS oleh honorer K2.

“Kami sudah menyurat ke kementerian. Ini bukan keputusan kami. Ini memang aturan dari kementerian. Kami hanya menjalankan aturan itu,” katanya.

Jawaban Andi Ade tersebut tidak diterima oleh para honorer K2, menurutnya jawaban Andi Ade tak memberikan solusi, dan dianggap hanya bersifat normatif. Situasi mulai mereda setelah Andi Hamzah Pangki membacakan surat yang akan dikirim ke kementerian untuk perubahan regulasi.

“Kami juga akan mendesak pemerintah daerah untuk memberikan solusi terkait hal ini dengan melakukan audiens dengan Kemenpan dalam waktu dekat ini,” ujarnya. (fikran)

Komentar

Berita Lainnya