oleh

Truk Bantuan Korban Gempa dan Tsunami Dijarah di Donggala

banner 400x130

MAKASSAR, POLiTIKA – Dua truk yang mengangkut bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu dijarah di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Dua truk itu bagian dari iring-iringan 20-an mobil yang membawa berbagai keperluan pengungsi.

“Penjarahan justru dilakukan di wilayah yang tidak terdampak gempa. Penjarah berdalih memerlukan makan,” kata Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar yang berangkat bersama Bupati Pasang Kayu, Agus Ambo Djiwo, beserta iring-iringan pembawa bantuan, termasuk personel tenaga medis.

Menurut Ali, banyak orang yang berkumpul di sepanjang jalan poros menuju Donggala dan Palu. Perjalanan dari Pasang Kayu menuju perbatasan Donggala ditempuh sekitar 45 menit, sedangkan rute Donggala-Palu menghabiskan waktu sekitar satu jam perjalanan bermobil.

Baca Juga : Prabowo Sambut Haru dan Takbir Dukungan Habib Rizieq

Ia menambahkan, untuk menghindari kejadian serupa, bantuan berikutnya kemungkinan akan disalurkan ke Palu melalui jalur laut.

Bupati Agus Ambo Djiwo menambahkan, iring-iringan bantuan sebetulnya dikawal pasukan keamanan. Namun, penjarah nekat menyerbu bantuan di atas truk.

“Memang mereka butuh makan, tapi karena daerah mereka tidak rusak akibat gempa, mestinya mereka bisa makan tanpa perlu menjarah,” kata dia dilansir Tempo.co.

Agus mengatakan tidak melihat aparat yang berjaga di sepanjang jalan penyalur bantuan. Menurut dia, aparat kecamatan setempat semestinya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak menghalangi pemberian bantuan untuk pengungsi gempa dan tsunami Palu. “Saya lihat mereka yang berkumpul di jalanan itu orang-orang lokal,” kata Agus.

Sebelumnya, Polisi menangkap 45 orang warga Palu atas dugaan penjarahan pasca gempa dan tsunami Palu yang melanda pada 28 September lalu. Para tersangka tersebut kedapatan mencuri barang-barang elektronik. (wan)

Komentar

Berita Lainnya