oleh

Kakan Pajak Ambon Jadi Tersangka

banner 400x130

JAKARTA, ARUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Kantor Pajak KPP Pratama Ambon, La Masikamba; Supervisor Pemeriksa Pajak KPP Pratama Ambon, Sulimin Ratim; dan Anthony Liando selaku pemilik CV AT sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dalam konferensi pers di KPK, Jakarta, Kamis (4/10/2018), menyampaikan, pihaknya menetapkan tiga orang tersangka setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dan dilanjutkan gelar perkara pascamelakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Ambon.

“Disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh kepala pajak KPP Pratama Ambon terkait kewajiban bayar pajak tahun 2016. KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan, serta menetapkan tiga orang tersangka,” ujarnya.

Syarif menjelaskan, La Masikamba diduga menerima hadiah atau janji alias suap dari Anthony terkait kewajiban pajak dari pajak orang atau pribadi tahun 2016 di KPP pratama ambon yang totalnya berkisar Rp 1,7 sampai Rp 2,4 miliar.

La Masikamba selaku Kepala Kantor Pajak KPP Pratama Ambon, berdasarkan Surat dari KPP Pusat agar melakukan pemeriksaan khusus terhadap 13 wajib pajak di wilayah Ambon karena indikasi mencurigakan, salah satunya adalah Anthony Liando.

Baca Juga :Fahri Hamzah : Perlu Pansus Reklamasi Teluk Jakarta

Atas dasar surat tersebut, La Masikamba memerintahkan Sulimin Ratim untuk melakukan pemeriksaan yang langsung diawasi sang bos. Salah satu hasil profiling, bahwa ada peningkatan harta wajib pajak Anthony diperkirakan Rp 1,7 sampai Rp 2,4 miliar.

“Melalui komunikasi AL [Anthony Liando] ke SR [Sulimin Ratim], dinegosiasikan dari perkiraaan sampe Rp 2,4 miliar tadi akhirnya disepakati sekitar Rp 1,037 miliar,” katanya dilansir Gatra.com.

Atas kesepakatan tersebut, lanjut Syarif, terjadi komitmen pemberian Rp 320 juta yang diberikan bertahap, yakni pada tanggal 4 September 2018 melalui setoran bank dari Anthony melalui rekening anaknya kepada Sulimin sejumlah Rp 20 juta.

Kemudian, pada 2 Oktober 2018 Anthony memberikan uang tunai Rp100 juta kepada Sulimin di rumah Sulimin. Kemudian Anthony memberikan Rp 200 juta kepada La Masikamba sekitar akhir September setelah menerima Surat Keterangan Pajak (SKP).

“Diduga selain pemberian tersebut, LMB [La Masikamba] diduga menerima pemberian lainnya dari AL [Anthony Liando] sebesar Rp550 juta pada 10 Agustus 2018. Dan itu ada di salah satu rekening, tapi bukan atas nama MLB,” ungkapnya dilansir Gatra.com.

KPK menyangka Anthony Liando selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan terhadap Sulimin Ratim selaku penerima suap, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Adapun La Masikamba juga selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001. (aga)

Komentar

Berita Lainnya