oleh

Mahfud Apresiasi Keberanian KPK Usut Meikarta

banner 400x130

MAKASSAR, POLiTIKA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, mengapresiasi keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus dugaan suap dalam megaproyek Meikarta dan pejabat tinggi dan pebisnis korup.

“KPK tentu harus dikritik agar lebih efektif. Tapi harus diakui pula bahwa berbagai segi masih menempatkan KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi paling efektif di Indonesia,” ucap Mahfud MD melalui Twitter, Minggu (21/10/2018).

“Belakangan ini KPK terbukti makin berani juga meringkus pejabat tinggi dan melabrak pebisnis besar yang korup,” imbuh pakar hukum tata negara yang aktif nge-tweet itu.

Mahfud merespons kicauan salah seorang netizen yang mengapresiasi KPK menggeledah kediaman Big Bos Lippo Group, James Riady. Mahfud mengajak agar semua pihak mendukung upaya KPK.

Baca Juga : Polisi Tolak Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet

 

“Tenaga KPK terbatas. Kalau nangani Meikarta dibilang tak berani nangani Century; kalau nangani Century dibilang takut nangani BLBI; kalau nangani BLBI dibilang gentar nangani Hambalang, takut nangani temuan BPK. Kalau nangani itu dikeroyok oleh politisi. Ayo dukung, KPK jalan terus,” beber Mahfud dilansir kumparan.

Meski begitu, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu mengatakan KPK tidak bisa sendirian mengusut kasus korupsi di Indonesia, tetap membutuhkan Polri dan Kejaksaan Agung.

“Tentu kasus-kasus korupsi harus diusut tuntas semua. Tapi KPK sudah bekerja siang malam, tenaganya terbatas, namun prestasinya jelas. Tak boleh kita menggantungkan semua kepada KPK. Kan, masih ada Polri dan Kejagung yang juga harus memerangi Korupsi? Kita dorong juga Kejagung dan Polri agar lebih giat,” papar Mahfud.

Dalam kasus dugaan pengurusan izin proyek Meikarta, sebanyak 9 orang sudah dijerat sebagai tersangka oleh KPK. Mulai dari bos Lippo Group yang diduga sebagai pihak pemberi suap, hingga beberapa pejabat di Pemkab Bekasi selaku pihak yang diduga menerima suap. (gun)

Komentar

Berita Lainnya