oleh

Pemuda Indonesia Mampu Berkompetisi di Tingkat Dunia

banner 400x130

MAKASSAR, POLiTIKA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengatakan, pemuda-pemuda Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia. Perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia berhasil bersaing dengan bangsa-bangsa Asia dan menduduki peringkat ke-4. Di di ajang Asian Para Games 2018, para atlet kita berhasil menduduki peringkat ke-5.

Hal tersebut dikatakan Menpora dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-90 Hari Sumpah Pemuda di Halaman Upacara Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Sulawesi Selatan, Senin (29/10/2018).

“Revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden JokoWidodo amat relevan dalam mewujudkan dan mempercepat pemuda yang maju sehingga dapat menghasilkan bangsa yang hebat. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing,” kata Nahrawi dalam sambutannya dibacakan Kepala BPPAUD dan Dikmas Sulsel, Pria Gunawan.

“Ini adalah sejarah baru kebangkitan olahraga Indonesia. Momentum ini harus dijaga untuk terus membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi di berbagai bidang,” kata Menpora.

Baca Juga : Yusril : HTI Bukan Ormas Terlarang

 

Dikatakan, kita berhutang budi kepada tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor untuk membangun kesadaran berbangsa Indonesia dan ber komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini. Komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 kali ini, mengambil tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesai”. Tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas, hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

Baca Juga : Pesawat Lion Air Rute Jakarta – Pangkalpinang Hilang

 

Tahun 2019 Bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar pesta demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses pemilihan umum nanti amat sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam Pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel, dan berkualitas.

Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras, dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbnanmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia,” kata Imam Nahrawi. (ira)

Komentar

Berita Lainnya