oleh

Bawaslu DKI Hentikan Laporan Buta-Budek Ma’ruf

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menghentikan proses laporan soal pernyataan ‘buta dan budek’ yang disampaikan calon wakil presiden nomor urut 02 Ma’ruf Amin.

Ketua Divisi Penindakan Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, mengatakan, keputusan itu diambil dalam rapat pleno, Senin malam. Keputusan itu menyatakan pihak Penegakan Hukum Terpadu tak menemukan bukti terkait dengan pelanggaran pidana Pemilu.

Dia menuturkan laporan tersebut tak memiliki cukup bukti materiil dan saksi-saksi. “Tidak ada pelanggaran pidana Pemilu,” kata, Senin (3/12/2018), dilansir CNNIndonesia.com.

November lalu, Ma’ruf Amin menyindir orang-orang yang kerap mengkritik kinerja Presiden Jokowi dengan mengibaratkan hanya orang ‘budek’ dan ‘buta’ saja mengkritik perkembangan pembangunan yang dikerjakan Jokowi.

Baca Juga : Pinrang Terima DBH Pajak Rokok Rp 12,96 Miliar dari Bapenda

“Orang yang sehat pasti dapat melihat dengan jelas prestasi yang telah ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang-orang yang budek saja yang tak mau mengetahui informasi, kecuali orang yang buta saja yang enggak bisa melihat kenyataan,” kata Ma’ruf di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.

Bawaslu sendiri menerima dua laporan terkait dengan pernyataan tersebut dari pihak berbeda. Ma’ruf dilaporkan melakukan pidana Pemilu sesuai Pasal 280 ayat (1) butir c,d, dan e UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Puadi menuturkan pihaknya akan memberitahukan penghentian kasus tersebut kepada dua pelapor segera. Bawaslu sebelumnya menerima dua laporan itu dengan nomor laporan adalah 003/LP/PP/Prov/12.00/XI/2018 dan 004/LP/PP/Prov/12.00/XI/2018. (gun)

Komentar

Berita Lainnya