oleh

Staf Kemenpora Terjaring OTT KPK

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA –Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menyatakan, ada sembilan orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (18/12/2018) malam. Mereka diduga terlibat dalam kasus pencairan dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Diduga terjadi transaksi (kickback) terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI,” kata Agus lewat pesan singkat kepada wartawan.

OTT digelar KPK setelah mendapat informasi akan terjadi transaksi penerimaan uang oleh Penyelenggara Negara di Kemenpora.

Dari informasi itu, petugas KPK melakukan crosscheck dan menemukan bukti-bukti awal berupa uang sekitar 300 juta.

“Juga sebuah ATM yang berisi uang seratusan juta rupiah,” katanya dilansir CNNIndonesia.

Agus mengatakan sembilan orang yang diamankan dalam OTT malam ini berasal dari pihak Kemenpora dan KONI. Mereka terdiri dari pejabat setingkat Deputi, PPK, hingga pengurus KONI.

Baca Juga : Prabowo – Sandi Tanpa Gelar di Iklan Pemilu KPU

Sementara itu Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyebut salah satu yang terjaring OTT KPK adalah Debuti IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana.

Mereka yang tertangkap langsung dibawa ke KPK untuk kebutuhan klarifikasi lebih lanjut,

Sesuai KUHAP, KPK diberi waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa. Febri tidak menjelaskan lebih rinci soal penangkapan ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan seorang pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

“Memang ada kegiatan tim KPK malam ini terkait Kemenpora. Ada pejabat yang diamankan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa. Febri tidak menjelaskan lebih rinci soal penangkapan ini. (gun)

Komentar

Berita Lainnya