oleh

PKB Bantah Tudingan Mahfud Terkait Cawapres Jokowi

banner 400x130

JAKARTA, POLiTIKA – Wakil Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, membantah tudingan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, terkait sosok Ketum PBNU Said Aqil, Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di balik gagalnya dirinya sebagai cawapres Jokowi.

Daniel menegaskan, tidak terdapat faktor ancaman dalam pilihan Jokowi saat ini. Terpilihnya Ma’ruf untuk menegaskan pentingnya meminang kader NU sebagai cawapres. Apalagi, NU memiliki kedekatan dengan Jokowi.

Dalam acara talk show Indoensia Lwyers Club yang dipandu Karni Ilyas, Mahfud MD mengungkap banyak hal terkait penetapan bakal calon wakil presiden Jokowi di Pilpres 2019. Saat itu, Mahfud menyebut Said Aqil, Ma’ruf Amin, dan Muhaimin Iskandar berada di balik gagalnya dirinya sebagai cawapres Jokowi. Ketiganya disebut mengancam Jokowi dalam memilih cawapres dengan mengatakan Mahfud bukanlah kader NU.

Baca Juga :

JAKARTA, POLiTIKA – Wakil Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, membantah tudingan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, terkait sosok Ketum PBNU Said Aqil, Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di balik gagalnya dirinya sebagai cawapres Jokowi.

Daniel menegaskan, tidak terdapat faktor ancaman dalam pilihan Jokowi saat ini. Terpilihnya Ma’ruf untuk menegaskan pentingnya meminang kader NU sebagai cawapres. Apalagi, NU memiliki kedekatan dengan Jokowi.

Dalam acara talk show Indoensia Lwyers Club yang dipandu Karni Ilyas, Mahfud MD mengungkap banyak hal terkait penetapan bakal calon wakil presiden Jokowi di Pilpres 2019. Saat itu, Mahfud menyebut Said Aqil, Ma’ruf Amin, dan Muhaimin Iskandar berada di balik gagalnya dirinya sebagai cawapres Jokowi. Ketiganya disebut mengancam Jokowi dalam memilih cawapres dengan mengatakan Mahfud bukanlah kader NU.

Baca Juga : Teriakan “2019 Ganti Presiden” di Rapat Paripurna DPRD Bulukumba

 

“Tidak ada ancam mengancam, konteksnya meyakinkan bahwa sangat penting NU dipinang menjadi wapres. NU itu sangat dekat dengan presiden,” kata Daniel, Rabu (15/8/2018), dilansir kumparan.
Daniel mengatakan, keputusan untuk memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapres merupakan keputusan berdasarkan musyawarah dengan Jokowi dengan ketua umum partai koalisi.

Lebih lanjut, Daniel menganggap pernyataan Mahfud terkait gagalnya sebagai cawapres merupakan dinamika demokrasi yang harus dijalani.

“Pak Mahfud pun menyatakan sebagai hal yang biasa dalam dinamika politik,”ujarnya.

Ia juga tetap meyakini Mahfud MD tetap bersama Jokowi, meski telah gagal menjadi cawapres. Sebab, sebagai kader NU, Mahfud akan mengedapankan persatuan bangsa.

“Iya (tetap yakin Mahfud bersama Jokowi). NU adalah sahabat semua kekuatan NKRI,” tutup Daniel. (gun)

Komentar

Berita Lainnya