SMRC: Covid-19 Membuat Masyarakat Apatis Terhadap Politik

JAKARTA-Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan pandemi Covid-19 membuat masyarakat apatis terhadap politik. Baik politik pemilihan presiden maupun partai. Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah responden yang tidak memilih salah satu tokoh calon presiden maupun pilihan partai politik. “Covid-19 cenderung membuat masyarakat menjadi apatis terhadap calon presiden dan partai politik,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas saat rilis survei, Selasa (29/12).

Pada survei pemilihan calon presiden, sebelum pandemi Covid-19 meluas, responden yang tidak memilih tokoh pilihan calon presiden hanya 23,8 persen. Namun, pada survei Desember 2020 ini, naik menjadi 31,5 persen. “Juga lebih besar dibanding pengalaman sebelumnya pada 2010 dan 2015,survei survei empat tahun menjelang pemilihan, di mana yang tidak mau memilih calon presiden antara 15,8-20,5 persen,” jelas Abbas.

Begitu juga responden yang tidak memilih partai politik meningkat tajam. Dari 21,9 persen pada Maret 2020, menjadi 30,7 persen pada Desember 2020. Angka ini pun lebih tinggi jika dibandingkan pada survei 2010 dan 2015 lalu. “Proporsi warga yang tidak mau mendukung partai dalam survei Desember 2020 30,7 persen, lebih besar dibanding masa normal sebelum Covid-19 meluas dalam survei Maret 2020 21,9 persen,” jelas Abbas.

Survei SMRC ini dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden pada 23-26 Desember 2020. Sebanyak 1202 responden dipilih dari koleksi sampel acak survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC dengan jumlah proporsional menurut provinsi. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(merdeka.com)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × four =

Stay Connected

21,793FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles