KNPI Tomohon Ingatkan 3 Hal ke Caroll-Wenny

“Hal utama yang wajib dilakukan adalah mengedepankan kepentingan masyarakat diatas kepentingan kelompok, pribadi atau golongan tertentu. Dalam situasi seperti ini, maka rakyat harus dilibatkan melalui partisipasi masyarakat yang sudah diatur melalui peraturan dan perundangan,”

TOMOHON-Meskipun mampu meraih 43.611 suara dalam pilwako yang dilaksanakan 09 Desember 2020 lalu, namun sejumlah elemen masyarakat terus berharap agar Walikota terpilih Caroll Senduk dan wakil walikota terpilih Wenny Lumentut tidak takabur pasca pilkada serentak yang dilaksanakan di 7 kabupaten/kota di Sulut tersebut. Beberapa pekerjaan rumah yang wajib diperhatikan oleh Walikota dan wakil walikota terpilih yang diusung PDIP tersebut diantaranya, mampu menjalankan amanat masyarakat kota Tomohon untuk membawah kota Tomohon ke arah yang lebih baik.

Ketua Harian DPD KNPI Tomohon Jemmy Mokoagouw dalam diskusi terbatas Rabu, (06/01) hari ini mengatakan, selain mampu menjaga amanat masyarakat, Caroll Senduk dan Wenny Lumentut diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat kota Tomohon menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, meskipun masih dalam situasi pandemi global. “Hal utama yang wajib dilakukan adalah mengedepankan kepentingan masyarakat diatas kepentingan kelompok, pribadi atau golongan tertentu. Dalam situasi seperti ini, maka rakyat harus dilibatkan melalui partisipasi masyarakat yang sudah diatur melalui peraturan dan perundangan,” pintah Mokoagouw.

Hal lain yang diingatkan oleh Mokoagouw adalah, Walikota dan wakil walikota Tomohon terpilih sebaiknya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, namun, sesuai amanat undang-undang, dalam situasi pandemi global pemerintah wajib memberikan perhatian khusus kepada pembangunan sektor kesehatan, pendidikan maupun pemberian bantuan kemanusian karena pandemi. “3 hal ini perlu dicatat oleh Walikota dan wakil walikota terpilih agar mereka memiliki konsep pasca dilantik Februari 2020 mendatang,” jelas Mokoagouw seraya mengingatkan agar Senduk-Lumentut tidak terjebak dengan program titipan kelompok tertentu.

Selain menyampaikan beberapa hal diatas, Mokoagouw juga mengingatkan perlunya reformasi birokrasi pemerintahan di jajaran pemkot Tomohon tanpa mengabaikan peraturan yang berlaku. “Perlu pembenahan manajemen pengelolaan proyek-proyek daerah serta memberdayakan putra-putri terbaik kota Tomohon di pemerintahan,” tutup Mokoagouw.(ms)

banner