Potensi BPMS Seumur Hidup Berpeluang

“Terbuka peluang jika sebelumnya yang bersangkutan dari unsur ketua sinode, aturan memukinkan bisa turun ke Sekum sinode GMIM, selama yang bersangkutan belum 2 periode di jabatan yang sama. Jika demikian, maka terbuka peluang masa jabatan BPMS GMIM terkesan bisa seumur hidup,”

TOMOHON-Meskipun draft revisi Tata Gereja GMIM tahun 2017 belum masuk pada tahapan sosialisasi ke jemaat-jemaat, namun beberapa materi krusial dan prinsip dalam rancangan Tata Gereja GMIM tersebut mulai bocor ke jemaat-jemaat. Salah satu materi prinsip yang sementara disiapkan untuk di sosialisasi ke jemaat-jemaat adalah, soal diperbolehkannya masa jabatan selama 2 periode di unsur BPMS, tapi bukan pada jabatan yang sama.

Kondisi ini secara otomatis akan membuka peluang bagi pelayan khusus (Pendeta, Penatua & Syamas) yang duduk di unsur BPMS GMIM periode 2018-2022 untuk dipilih kembali dalam sidang majelis sinode GMIM tahun 2022 mendatang, selama yang bersangkutan belum 2 periode menduduki jabatan tersebut. Ini artinya, komposisi BPMS GMIM periode 2018-2022 saat ini masih berpotensi dipilih kembali untuk masa jabatan 4 tahun kedepan.

Lantas, bagaimana reaksi pelayan khusus GMIM terhadap draft revisi tata gereja GMIM yang sudah disodorkan tim perumus ke BPMS GMIM saat ini ? Ketua Komisi P/KB Jemaat GMIM Senggighilang Bailang Wilayah Manado Utara 4 Pnt Jefri Pasinaung kepada politika news mengatakan, meskipun masih bersifat dfaft namun, pihaknya optimis rancangan revisi tata gereja GMIM kali ini akan mendapat sorotan habis dari pelsus GMIM, jika terlalu bernuansa politis.

Menurut Pnt Jefri, masih lebih baik jika rancangan revisi tata gereja GMIM saat ini mengantur soal perlunya ketua sinode GMIM seumur hidup. “Kenapa tidak satu kali saja ketua sinode seumur hidup, dengan menerapkan aturan main yang ketat terhadap calon ketua sinode, dari pada tata gereja yang disiapkan nanti terlalu berbau kepentingan politis,” kata Jefri.

Asalkan lanjut Jefri, ketua sinode sumur hidup sebaiknya tidak hanya berlaku di BPMS, namun juga berlaku untuk BPMW maupun BPMJ. “Jadi, semua unsur ketua badan pekerja wajib di pilih oleh peserta sidang majelis atau sidang majelis wilayah dan tidak harus dari unsur Pendeta. Menurut dia, draft revisi tata gereja yang disiapkan tim perumus kali ini memang membuka peluang untuk terjadinya “Perselingkuhan” rohani dalam unsur komposisi BPMS GMIM kedepan.

“Terbuka peluang jika sebelumnya yang bersangkutan dari unsur ketua sinode, aturan memukinkan bisa turun ke Sekum sinode GMIM, selama yang bersangkutan belum 2 periode di jabatan yang sama. Jika demikian, maka terbuka peluang masa jabatan BPMS GMIM terkesan bisa seumur hidup,” tutup Pasinaung yang juga ketua Jaringan Nusa Utara Provinsi Sulut ini.(jemmy mokoagouw)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − six =

Stay Connected

22,042FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles