Diusung PDIP, Bupati Sabu Raiju NTT Terpilih Ternyata Warga AS

Orient P Riwu Kore (Kiri), Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).(dok)

JAKARTA-Pilkada serentak Desember 2020 lalu tidak hanya menghasilkan 185 gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, hal yang luput dari pengawasan Bawaslu adalah, terdaftarnya Orient P Riwu Kore sebagai calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belakangan diketahui berwarga negara Amerika Serikat. Kore sendiri dalam pilkada serentak Desember 2020 lalu diusung oleh PDIP, Gerindra dan Demokrat.Tidak hanya itu, dibalik kontroversi itu, ternyata Orient punya anak yang berprofesi sebagai sniper tentara AS. Dilansir dari sejumlah sumber, Franklin D Riwu Kore rupanya berprofesi sebagai sniper tentara Amerika Serikat.

Dalam akun Facebooknya, Franklin Riwukore mengunggah foto dirinya mengenakan seragam tentara AS lengkap dengan senjata laras panjang. Ada yang menuliskan asal Franklin, yakni Kabupaten Sabu. Dalam keterangan Facebooknya, Franklin menuliskan tinggal di Colorado Springs dari dari La Mesa, California. Sementara akun Instagramnya, Franklin Riwukore terpantau dikunci.

Perlu diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebutkan bupati terpilih Sabu Raijua Orient P Riwu Kore masih berstatus warga Amerika Serikat (AS). Kewarganegaraan Orient itu sudah dikonfirmasi kepada Kedutaan Besar (Kedubes) AS. “Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan mengiyakan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS,” kata Ketua Bawaslu Sabu Raijua Yugi Tagi Huma, Selasa (3/2/2021).

Menurut Yugi, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Imigrasi di Kupang dan kantor Imigrasi pusat untuk mencari tahu soal dugaan bupati terpilih Sabu Raijua masih berkewarganegaraan AS. Selain itu, Bawaslu Sabu Raijua juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk kemudian menanggapi masalah ini.

Yugi mengatakan, saat pilkada pihaknya sudah mengingatkan KPU Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukanlah berkewarganegaraan Indonesia. “Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, tetapi akhirnya ditetapkan juga,” ujarnya.(pn/okz)

banner