Wow, Billboard Ukuran ‘Raksasa’ Tolak Pelaksanaan SMSI 2021 Terpasang

MANADO-Panggilan iman pelayan khusus (Pendeta, Penatua & Syamas) yang tergabung dalam Gerakan Peduli GMIM (GPG) yang mendesak BPMS GMIM serta sejumlah stakeholder di Sulut untuk menunda pelaksanaan SMSI (Sidang Majelis Sinode Istimewa) terus berlangsung. Tidak hanya dalam bentuk pamflet yang berisi petisi alasan penolakan SMSI Maret tahun 2021 yang dikirim ke seluruh jemaat GMIM se Manado, Bitung dan Minahasa. Namun, aksi kali ini sudah dalam bentuk pemasangan bilboard ukuran raksasa yang terpasang di ruas jalan Pall II Manado.

Dalam billboar berukuran 6 x 8 meter tersebut, GPG menyampaikan sejumlah alasan penolakan SMSI Maret 2021 diantaranya, SMS (Sidang Majelis Sinode) yang dilaksanakan tahun 2018 lalu ikut merokemendasi bahwa pembahasan Tata Gereja GMIM nanti akan dilaksanakan tahun 2026 mendatang dan bukan pada Maret tahun 2021. Tidak hanya itu, billboar berwarna dasar unggu tersebut menegaskan bahwa, pelaksanaan SMSI Maret tahun ini sangat kontra produktif dengan Tata Gereja GMIM tahun 2016 terkait tata dasar maupun peraturan tentang  sinode.

Selain itu billboard yang terpasang bolak-balik dan bisa disaksikan masyarakat dari arah bandara Sam Ratulangi maupun dari arah Manado menuju bandara maupun Bitung tersebut juga bertuliskan, pelaksanaan SMSI Maret tahun 2021 jika dilaksanakan secara tatap muka maka akan membahayakan keselamatan anggota jemaat karena ancaman pandemi covid 19 yang masih merajalela di provinsi Sulut.

Point yang keempat yang ditulis dalam billboard tersebut adalah, jika BPMS tetap melaksanakan SMSI secara daring (dalam jaringan), maka skenario itu sama sekali tidak diatur dalam tata Gereja GMIM tahun 2016. “Semua yang disampaikan dalam draft perubahan Tata Gereja GMIM, tidak diatur dalam Tata Gereja GMIM tahun 2016 dan itu melanggar aturan. Kami mohon BPMS maupun para stakeholder di Sulut untuk mengkaji kembali pelaksanaan SMSI Maret tahun ini,” ujar Pnt. Dra. Joice Worotikan, salah satu tim GPG.(ms)

banner