Tiket Masuk Dibatasi, Tak Patuhi Prokes, Pengunjung Tidak Diijinkan Masuk

TOMOHON-Antusias wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke salah satu destinasi wisata terbaik di provinsi Sulut khususnya kota Tomohon yakni Tu’ur ma’sering tiap hari semakin tak terbendung. Kondisi ini tidak membuat manajemen Tu’ur ma’sering kelabakan dalam memberikan pelayanan sesuai dengan penerapan protokoler kesehatan covid 19.

Bahkan, guna menjabarkan surat edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang dilakukan pada masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covis 19), maka sejak Februari 2021 lalu, manajemen telah membatasi penjulan tiket masuk dari 800 tiket per hari menjadi 400 tiket. “Biasanya dalam sehari kami menjual 800 sampai 1000 ticket masuk. Namun, sejak bulan lalu (Februari, maksudnya) kami hanya menyediakan 400 ticket masuk setiap harinya,” beber Owner Tu’ur ma’sering, Jefry Polii, SIK.

Jebolan Fakultas Ilmu Kelautan Unsrat ini mengatakan, pembatasan penjualan tiket masuk ke kawasan wisata lokal ini lebih disebabkan adanya komitmen dari manajemen Tu’ur ma’sering untuk menindak-lanjuti himbauan pemerintah soal pembatasan kerumunan orang di seluruh fasilitas publik seperti pasar, restorant maupun tempat-tempat wisata. “Dalam edaran Menteri Perdagangan No 12 tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan sangat jelas mengatur soal kapasitas jumlah pengunjung di tempat hiburan tertentu dibatasi sampai maksimal 50% dari kapasitas normal. Tu’ur ma’sering dengan luas 2 hektar, memiliki kapasitas normal untuk menampung 2000 orang. Akan tetapi, dengan adanya pembatasan  jumlah pengunjung saat ini, kami hanya menyediakan ticket masuk untuk 400 orang setiap harinya,” urai Jepol (sapaan akrab Polii) yang juga mantan Direktur PDAM Tomohon ini.

Tidak hanya pada pembatasan penjualan tiket, namun, pihaknya juga membatasi jam oprasional, tu’ur ma’sering hanya dibatasi hingga pukul 21.00 wita. “Selain sesuai dengan ketentuan saat ini, ini juga kami lakukan agar supaya sirkulasi lokasi tu’ur ma’sring tetap terjaga dengan baik,” cetus politisi yang sukses mengangkat kota Tomohon menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia ini.

Lanjut Jepol, penerapan prokes di area seputaran wisata Tu’ur ma’sering tidak hanya diberlakukan kepada karyawan, namun, semua pengunjung juga wajib mentaati penerapan prokes covid 19 dengan cara memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk. “Kami menyampaikan permohonan maaf jika ada calon pengunjung yang tidak diijinkan masuk apabila tidak mematuhi prokes yang sudah ditetapkan pemerintah,” imbau suami tercinta dari Nanci Tigaw ini.(jemmy)

banner