Rektor Unima Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid 19 Buatan Sinovac

TONDANO-Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Katuuk, Mpd tak mau kecolongan guna menindak-lanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkait perkuliahan tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan semester kedua di tahun akademik 2021 ini. Buktinya, Kamis (18/03) hari ini, sedikitinya 400 orang yang terdiri dari unsur Pimpinan Rektorat, Dosen, Pegawai dan Tenaga Honorer di lingkungan kampus Unima Tondano, mulai divaksin.

Meskipun masih tercatat sebagai penerima vaksin covid 19 tahap pertama, namun animo dosen, pegawai maupun THL untuk menerima suntikan vaksin buatan pabrik farmasi Sinovac di Cina tersebut cukup tinggi. “Untuk tahap pertama ini baru 400 orang yang divaksin. Namun, target kita keseluruhannya adalah 1.300 orang. Kita berharap dalam waktu secepatnya target vaksinasi ini sudah teratasi,” kata Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, Mpd yang kebetulan menjadi orang pertama di lingkungan kampus Unima yang menerima vaksin covid 19.

Setelah Rektor Unima, nampak sejumlah Pembantu Rektor, Kepala Biro (Karo) maupun pejabat Unima lainnya ikut menerima suntikan dari vaksinator yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan Dinas Kesehatan kabupaten Minahasa. “Setelah beberapa saat menerima vaksin, rasanya seperti biasa, tidak ada efek apa. Hanya saja munkin butuh istirahat sejenak,” jelas Pembantu Rektor Bidang Akademik Unima Prof. Dr. Orbanus Naharia, MS yang juga hari ini menjadi penerima suntikan vaksin tahap satu tersebut.

Sebelumnya, Rektor Unima Prof Dr. Deitje Katuuk, Mpd mengatakan, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan satgas covid 19 Unima maupun provinsi Sulut, terkait rencana pembukaan perkuliahan secara tata muka nanti. Mantan Dekan FIP Unima ini mengatakan, sesuai edaran yang disampaikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sistim perkualihan tatap muka nanti akan menyesuaikan dengan trend penurunan jumlah penderita covid 19 di daerah masing-masing.(dita)

banner