PDIP ‘Panas’ Anies Baswedan Kuasai Survei

JAKARTA-Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden menduduki peringkat pertama versi survei Indikator Politik Indonesia. Survei tersebut ternyata membuat kader PDIP gerah. Pasalnya Anies mengungguli kader partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri itu, Ganjar Pranowo. Dalam survei Indikator Politik Indonesia, 15,2 persen anak muda memilih Anies Baswedan untuk jadi calon presiden. Sementara itu, Ganjar mendapatkan 13,7 persen, Ridwan Kamil meraih 10,2 persen, disusul Menparekraf Sandiaga Uno 9,8 persen, dan Menhan Prabowo Subianto 9,5 persen.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak tak mau ambil pusing, rekan separtainya, Ganjar kalah dari Anies. Dia menilai, hasil survei tersebut dilakukan dengan sejumlah keterbatasan, mulai dari tidak dilakukan tatap muka, hingga hanya masyarakat yang memiliki telepon genggam bagus saja. “Dengan margin of error 2,9 persen, melihat hasilnya, hanya bisa diekstrapolasi ke kelompok 17-21 tahun, terlalu berlebihan kalau diekstrapolasi ke seluruh populasi,” kata Gilbert dalam keterangan tertulis, Senin (22/3).

Lanjut dia, hasil survei Anies dan Ganjar tidak memiliki selisih yang tinggi. Karena hal itu, Gilbert menilai perubahan data akan terus terjadi mengingat 30 persen koresponden belum memberikan suaranya. Selain itu, masih terdapat sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi hasil survei untuk penyelenggaraan Pilpres 2024. Selain itu, anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan anak muda alias generasi Z sangat membutuhkan pendidikan politik.

Dia memahami mengapa mayoritas anak muda usia 17-21 tahun dalam survei tersebut memilih Anies sebagai calon pemimpin negara ini. Menurutnya, anak muda usia tersebut hanya mengenal Anies di panggung depannya saja. “Hasil survei ini bisa menjadi pelajaran untuk anak muda. Jangan lihat covernya saja. Pilihan mereka masih didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan emosional,” kata Pantas.

Tidak sampai di situ, Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai, kebijakan Anies selama menjabat sebagai gubernur tidak berpihak terhadap anak muda. Menurutnya, banyak program unggulan Anies saat mencalonkan diri sebagai gubernur tidak terealisasi dengan baik. “Kalau kita cermati tidak ada program yang berpihak kepada anak muda yang sudah terealisasikan. Misalnya program OK OCE, yang digadang mampu mencetak wirausahawan baru, faktanya tidak jalan,” ucap Gembong.

Pun terhadap program yang sedang berjalan, Gembong menganggap tidak ada indikasi keberhasilan selama Anies memimpin ibu kota selama 3 tahun. Dia menyinggung, program rumah dengan uang muka Rp 0 yang dinilai irasional sehingga menyebabkan minimnya peminat. Standar gaji bagi calon pembeli rumah, semula Rp 7 juta menjadi Rp 14,8 juta. Penyesuaian gaji itu dinilai Gembong tidak mengakomodir kebutuhan warga Jakarta khususnya kelompok anak muda.

“Banyak kebijakan yang dijanjikan yan belum menampakkan tanda-tanda keberhasilan, contohnya soal penangan banjir, penyediaan hunian layak bagi warga khususnya masyarakat MBR (masyarakat berpenghasilan rendah),” jelasnya. Namun sikap berbeda disampaikan oleh Ganjar. Gubernur Jawa Tengah itu memilih untuk irit berkomentar mengenai hal tersebut. “Biarkan saja (benke ae), la terus gimana,” katanya di Semarang.

Sebelumnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia merilis temuan suara anak muda tentang isu-isu sosial, politik bangsa. Salah satunya calon presiden. Dari hasil terlihat 15,2 persen anak muda paling banyak memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk jadi presiden.

“Jadi kalau ditanya anak muda 17 nama yang paling tinggi, meskipun kisaran margin of error dengan Ganjar Pranowo, termasuk juga Ridwan kamil, secara umum tidak ada nama yang dominan itu dulu, tetapi 17 nama yang paling tinggi secara absolut itu Anies Baswedan di angka 15,2 persen, Ganjar 13,7 persen bedanya enggak signifikan,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Minggu (21/3).

Sementara itu, di posisi ketiga yaitu Ridwan Kamil 10,2 persen, disusul dengan Sandiaga Uno 9,8 persen, dan Prabowo 9,5 persen. Kemudian Burhanuddin juga menilai suara yang dimiliki Jokowi pun mulai menyebar. “Secara umum sesuai dengan temuan kami, pemilih Pak Jokowi itu nyebar, sementara Anies paling banyak dia didapatkan dukungan diantara mereka yang mencoblos Pak Prabowo-Sandi di 2019 kemarin,” ungkapnya.

Burhanuddin menjelaskan berdasarkan gender, usia, etnik, anak muda Jawa lebih memilih Ganjar yaitu 10,3 persen. Kemudian Anies Baswedan pun memikat para anak muda etnik Jawa yaitu 12,2 persen dan sunda 15,5 persen. “Anies cukup lumayan mendapat 12,2 persen dari kalangan anak muda jawa, sunda 15,5 persen, Prabowo juga cukup etnik sunda, tapi paling banyak dari sunda Ridwan Kamil,” bebernya.

Diketahui Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada 4-10 Maret 2021. Survei dilakukan melalui sambungan telepon dengan responden. Sebanyak 1200 responden berusia 17-21 tahun. Margin of error kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [merdeka.com]

banner