Gagal Temui BPMS GMIM, GPG Lebih Memilih Mendoakan BPMS Untuk Mau Dipimpin Roh Kudus

MANADO-Rencana tatap muka perwakilan GPG (Gerakan Peduli GMIM) yang terdiri dari unsur Pendeta, Penatua & Syamas dengan BPMS GMIM Rabu, (24/03) kemarin di kantor Sinode GMIM untuk kedua kalinya menemui jalan buntu. Jika sebelumnya, BPMS GMIM tidak memberikan pernyataan sama sekali terkait pertanyaan peserta soal dasar pelaksanaan SMSI yang sudah dijadwalkan akan dilaksanakan 29-30 Maret mendatang, kali ini, tak satupun unsur BPMS yang menemui rombongan yang dipimpin langsung Pnt. Dra. Joice Worotikan, Pnt. Allan Sondakh, SE serta sejumlah pelsus lainnya yang merupakan perutusan rayon Manado, Minut dan Tomohon.

Merasa tak satupun BPMS yang ikut menemui mereka, para pelsus ini langsung melaksanakan ibadah penghayatan sengsara Yesus sekaligus mendoakan BPMS GMIM untuk lebih peduli dengan pelayanan di jemaat, lebih diberikan kerendahan hati, mau dipimpin oleh roh kudus serta terbuka dengan setiap masukan dan koreksi yang disampaikan oleh jemaat. “Sebagai jemaat kita perlu mendoakan BPMS untuk lebih terbuka dengan jemaat, diberikan kerendahan hati, serta lebih meneladani Yesus dalam memimpin 1124 jemaat se GMIM,” kata Sekretaris P/KB GMIM Wilayah Manado-Sentrum Pnt. Allan Sondakh, SE. Usai mengawalinya dengan doa bersama, dengan menggunakan stola warna ungu sebagai simbol pengahayatan ketika Yesus diadili dihadapan manusia, Pnt. Dra. Joice Worotikan berdiri tepat di lobi kantor ikut menyampaikan pesan khotbahnya.

Dalam khotbahnya, politisi sekaligus pengusaha ini mengulas habis pembacaan dalam MTPJ GMIM minggu ini lewat Matius 26 : 69-75 soal penyangkalan Petrus. Menurut JW (sapaan akrab Worotikan), ada 4 hal kenapa Petrus melakukan penyangkalan kepada Yesus Kristus dihadapan banyak orang. Pertama, Petrus lebih memilih menjahui Yesus. Kedua, Petrus lebih percaya dirinya sendiri ketimbang khotbah Yesus. Ketiga, Petrus lebih cenderung untuk melanggar hukum Tuhan. “Keempat atau yang terakhir adalah Petrus telah melupakan Tuhan Allah. 4 hal ini yang mendasari munculnya penyangkalan Petrus terhadap Yesus,” ucap Worotikan yang disaksikan komunitas GPG serta sejumlah pegawai kantor sinode GMIM yang secara kebetulan lalu-lalang di lokasi tersebut.

Usai memimpin ibadah, seluruh pelsus yang merupakan perwakilan GPG ikut meninggalkan kantor sinode GMIM secara beraturan dan tertib, berhubung ibadah bersama di kantor sinode kemarin juga diawasi oleh sejumlah personil dari kepolisian. “Kerinduan kami semestinya ingin melakukan tatap muka dengan BPMS GMIM. Kami ini adalah warga jemaat GMIM. BPMS semestinya tidak perlu anti kritik maupun saran, demi kemajuan GMIM di masa mendatang. Kami tahu bahwa ada unsur BPMS GMIM yang masih berkantor di lantai dua. Semestinya, karena ini adalah kantor Gereja bukan partai politik, kenapa harus malu untuk menemui anggota jemaat,” tutur Worotikan dalam keterangan persnya.(jemmy)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + seventeen =

Stay Connected

22,042FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles