Tengok, Sukacita Melayani Walikota Manado & Prof JPAR di Peringatan Kematian Isa Almasih Hari ini

MANADO-Makna peringatan kematian Yesus di bukit Golguta yang dilaksanakan seluruh umat Kristen di seluruh dunia dalam bentuk ibadah jumat agung dan perjamuan kudus Jumat, (02/04) hari ini, tidak hanya menjadi kegiatan serimonial semata. Namun, peringatan kematian Isa Almasih yang dikenal skaral dan khusut yang hanya berlangsung setahun sekali ini, adalah bentuk penghayatan sejauh mana umat manusia mampu membalas kebaikan Kristus.

Seperti yang ditunjukan Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM Pnt. Dr. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si. Disela-sela kesibukannya sebagai Walikota Manado, Penatua GSVL (sapaan rohani Lumentut) ikut mengambil bagian sebagai petugas ibadah dalam pelayanan ibadah sakramen perjamuan kudus yang dilaksanakan di jemaat GMIM Elim, wilayah Malalayang Satu Barat.

Penatua Prof JPAR saat memberikan pelayan perjamuan kudus di GMIM Elim hari ini.(ist)

Tanpa membedakan status sosial dirinya bersama pelayan khusus lainnya, seakan sudah terjadwal oleh BPMJ (Badan Pekerja Majelis Jemaat), Penatua GSVL penuh percaya diri ikut mengambil kesempatan untuk menjalankan sloki anggur kepada anggota jemaat. Satu per sidi jemaat jemaat yang hadir saat pelaksanaan perjamuan kudus hari ini tak luput dari pelayanan Penatua GSVL. “Memang pak Wali sosoknya seperti itu. Lebih suka melayani jemaat dari pada dilayani, meksipun dia adalah sosok pelsus di jemaat Elim,” ungkap Berty, salah satu anggota jemaat yang ikut mengambil bagian dalam ibadah perjamuan kudus hari ini.

Penatua GSVL ternya tidak tampil sendiri, namun dalam pelayanan ibadah perjamuan kudus hari ini, Walikota Manado tersebut juga didampingi istri tercinta Penatua Prof. JPAR, yang juga Ketua Komisi W/KI Jemaat GMIM Elim, Malalayang. Kalau Penatua GSVL memegang baki sloki anggur, sebaliknya Penatua JPAR memegang baki roti, untuk selanjutnya dibagikan kepada anggota sidi jemaaat. “Selamat menghayati hari kematian Tuhan Yesus Kristus. Salib Kristus adalah titik balik kehidupan manusia dari semula ada dalam perjalanan hidup dengan ketakutan karena ancaman hukuman maut , kini berbalik menjadi perjalanan hidup yang damai dan sukacita, karena ada masa depan dengan kepastian keselamatan,” kata Lumentut.

Masih menurut mantan Penatua ASM (Anak Sekolah Minggu Jemaat) ini, kita perlu memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Allah, atas kasih Tuhan Yesus yang amat sangat besar, rela mati dikayu salib hanya untuk menebus dosa-dosa kita umat manusia. “Mariljo torang tetap serahkan diri kepada-Nya dan utamakan Tuhan Yesus tiap hari, torang taat dan setia mengikuti dan melayani Dia. Tuhan Yesus memberkati torang semua,” pesan Lumentut.(ms)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − 17 =

Stay Connected

22,042FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles