Terkait Bantuan Cabe Rawit Pemprov, Ketua HKTI Sulut Angkat Bicara

TOMOHON-Bantuan tanpa henti dimusim pandemi covid 19 terus dilakukan jajaran Pemprov Sulut melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) kepada para petani kota Tomohon, yang dinilai layak untuk menerimanya. Bantuan dalam bentuk bibit cabe rawit yang diberikan secara cuma-cuma tersebut, diharapkan mampu meningkatkan produktifitas petani dalam situasi harga cabe yang masih melambung tinggi sebulan belakangan ini.

Sayangnya, bantuan pemprov tersebut justru ditanggapi dingin Ketua ranting PDIP Kelurahan Kumelembuay, Steven Kapoh. Menurut Kapoh, semestinya pembagian bantuan pemprov Sulut tersebut harus melalui kajian dari tim pemenangan saat pilwako Tomohon Desember 2020 lalu. “Harusnya pemberian bantuan ini musti lewat tim pemenangan kami,” tulis Steven, via massengger yang dterima politika news.

Pernyataan Steven ini langsung ditanggapi Ketua HKTI Sulawesi Utara Syerly Adeline Sompotan. Menurut SAS, dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat, pemerintah tidak melihat latar belakang politik dari masyarakat penerima bantuan. “Tidak peduli siapa yang di tugaskan untuk menyalurkan, asalkan bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran. Tepat sasaran yang di maksud adalah, bantuan harus di berikan kepada petani yang layak untuk mendapatkan bantuan, tanpa memandang latar belakang Politik” ucap mantan wakil Walikota Kota Tomohon ini.

Wakil Ketua DPC PDIP Tomohon ini juga mengatakan, salah satu program unggulan walikota dan wakil walikota Tomohom saat ini adalah, mensejahterakan para petani. “Jangan lagi ada perbedaan saat ini,” tambah perempuan berparas cantik, yang juga pemilik suara khas layaknya pelantun lagu Keliru, Ruth Sahanaya ini.

Serupa dengan SAS, tokoh pemuda Kumelembuai juga angkat bicara soal ini. “Pilkada kan sudah usai. Sekarang saatnya pemerintah melayani seluruh masyarakat kota Tomohon, khususnya para petani secara merata dengan tidak membeda bedakan. Soal bantuan dari pemerintah,  kedepan saya yakin akan ada bantuan-bantuan lainnya yang kemungkinan akan dipriotaskan bagi petani yang belum menerimannya,” ujar Ridel Pitoy. (jemmy)

banner