Dua Pendeta ‘Berdarah’ Nusa Utara Ini Dinilai Layak Masuk Struktur BPMS GMIM

Ketua BPMW Mapanget Satu Pdt. Theo Tawaris, M.Th.(ist)

MANADO-Sejumlah nama Ketua BPMW (Badan Pekerja Majelis Wilayah) maupun Ketua BPMJ dari etnis Nusa Utara dinilai layak untuk menempati posisi struktur BPMS GMIM jelang pelaksanaan SMS (Sidang Majelis Sinode) GMIM yang dijadwalkan akan dilaksanakan April 2022 mendatang. Selain merupakan salah satu komunitas terbesar di GMIM, regenerasi etnis Nusa Utara di BPMS GMIM ikut berhenti semenjak pasca Pdt. Roy Tamaweol, M.Th yang jauh sebelumnya pernah dipercayakan sebagai salah satu Wakil Ketua BPMS GMIM.

Beberapa nama yang dinilai layak untuk mewakili etnis Nusa Utara jelang pelaksanaan BPMS April 2022 mendatang diantaranya Ketua BPMW Mapanget Satu Pdt. Theo Tawaris, M.Th maupun Ketua Jemaat GMIM Perak Sorong Pdt. Aser Essau, M.Th. Selain usia pelayanan mereka sudah diatas 22 tahun (Sesuai Tata Gereja GMIM) tahun 2021, sepak terjang mereka di pelayanan GMIM sudah tidak diragukan lagi.

Sebelum menjabat Ketua BPMW Mapanget Satu, Pdt Theo Tawaris sebelumnya pernah menjabat Ketua Wilayah di sejumlah komunitas Nusa Utara seperti Ketua BPMW Gabata & Ketua BPMW Likupang 2. Jika dihitung dari usia pelayanan di GMIM, mantan Ketua Jemaat GMIM Kalvari Parigi Tujuh ini kini sudah memasuki 32tahun. Ketokohan Tawaris di komunitas Nusa Utara tidak berbeda jauh dengan Pdt. Aser Essau, M.Th. Mantan Ketua Wilayah Sentrum Bitung ini juga merupakan salah satu aset Nusa Utara yang ada di GMIM yang dinilai sudah saat mewakili Nusa Utara di BPMS. “Karena ada ketentuan batas usia pelayanan, maka 2 nama ini dinilai sudah saatnya diberikan kesempatan untuk bisa mewakili Nusa Utara di BPMS GMIM kedepan. Kenapa demikian, karena etnis Nusa Utara juga adalah bagian dari warga GMIM yang perlu diperhitungkan oleh peserta SMS April 2022 mendatang. Selain terdapat 3 kabupaten/kota yang penduduknya didominasi Nusa Utara di pelayanan GMIM, bukan sedikit juga etnis nusa utara yang memberi diri sebagai Penatua & Syamas (Kini Diaken) di GMIM,” kata Pnt. Christa Gahgana, salah satu Ketua Komisi WKI GMIM di rayon Manado.

Ketua BPMW Mapanget Satu Pdt. Theo Tawaris, M.Th sendiri dalam sebuah diskusi kemarin mengatakan, masuk-tidaknya etnis nusa utara dalam komposisi BPMS GMIM dalam SMS April 2022 mendatang, semuanya tergantung peserta SMS, yang nantinya juga terdiri keluarga besar Nusa Utara. “Sebagai Pendeta GMIM berdarah nusa utara saya siap melayani di mana saja diperkenankan Tuhan Allah sebagai kepala gereja,” kata Pendeta Theo yang sedikit berkisah tentang pengalamannya menantang badai dan gelombang saat menjadi Ketua BPMW Gabata dan Likupang 2.(ms)

banner