Miris ! Pertumbuhan Ekonominya Lambat, Lombo ; Saya Prihatin Kondisi di Sangihe

Anggota F-PDIP DPRD Sangihe Max Lombo.(ist)

MANADO-Kurang harmonisnya hubungan antara Pemprov Sulut dengan Pemkab Sangihe diera pemerintahan Bupati Sangihe saat ini Jabes Gahgana, SE, ME ikut menjadi salah satu penyebab lambatnya pembangunan fisik di kabupaten dengan julukan 1.000 pulau ini. Beberapa indikator ekonomi yang sama sekali tidak mengalami pergerakan selang hampir 5 tahun terakhir adalah, lumpuhnya sektor perikanan laut dan pertanian yang selama ini menjadi domain utama kabupaten Sangihe.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Sangihe Max Lombo dalam diskusi Kamis, (21/05) kemarin di salah satu cafe di kawasan Mega Mas mengatakan, ketika kabupaten Sangihe dipimpin oleh mantan Bupati Drs. HR Makagansa, kabupaten Sangihe ikut menjadi salah satu daerah prioritas untuk menerima bantuan dana perikanan dari Kementrian Perikanan dan Kelautan sebesar Rp 125 milyar. “Posisinya saat itu, Makagansa mampu menyakinkan Menteri Perikanan dan Kelautan saat itu Susi Pudjiastuti soal kebutuhan sektor perikanan laut di kabupaten Sangihe. Hanya saja, rencana alokasi bantuan tersebut dibatalkan, karena terjadi perubahan kepemimpinan di kabupaten Sangihe,” beber Lombo seraya menyampaikan bahwa dirinya ikut menjadi saksi soal keseriusan Kementrian KKP untuk membantu kabupaten Sangihe.

Kondisi saat ini lanjut Lombo, semua masyarakat di kabupaten Sangihe tahu persis bagaimana postur pembangunan di Sangihe selang 4 tahun terakhir ini. “Yah, silahkan teman-teman menilai sendiri kondisi kabupaten Sangihe saat ini. Jujur saya harus mengatakan bahwa, saya prihatin dengan kondisi saat ini,” jelas Lombo yang juga Ketua DPD Bamukisst Kabupaten Sangihe ini.

Masih menurut Lombo, apapun indikator politik yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu daerah, maka dibutuhkan penyamaan persepsi antara Gubernur dan Bupati, meskipun terjadi perbedaan warna politik antara keduanya. “Jika tidak, maka masyarakat kabupaten Sangihe sendiri yang akan merasahkan dampaknya. Sayang jika kondisi ini akan berlangsung terus menerus. Sampai kapan kabupaten Sangihe akan mengalami keterbelakangan pembangunan infrastruktur, sementara kabupaten/kota lainnya di Sulut sudah jauh kedepan termasuk adik kandung kabupaten Sangihe yakni  kabupaten Sitaro dan kabupaten Talaud,” jelas Lombo.(ms)

banner