Cerita Lexi Gahgana Soal Bertahun-Tahun Akses Jalan ke Bantunderang yang Luput Perhatian Pemkab Sangihe

TAHUNA-Miris ! Hampir selama belasan tahun masyarakat di kampung Batunderang, kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Sangihe hingga kini belum bisa menikmati akses jalan yang selayaknya. Akibatnya, untuk bisa mencapai kampung Batunderang, masyarakat terpaksa harus menggunakan transportasi laut yang jumlahnya terbatas. “So sering dijanjikan untuk dibuat, tapi sampai sekarang yanda pernah dibuktikan. Cuma sebatas janji sampe masa jabatan pemerintahan somo klar yanda pernah dikerjakan,” keluh Lexi Gahgana, warga kampung Batunderang.

Menurut Gahgana, karena putusnya akses jalan menunju kampung Batunderang sepanjang 3 km, maka hampir sebagaian besar masyarakat lebih memilik akses jalur laut Batunderang-Manganitu-Tahuna PP, meskipun kadangkala dihadang oleh angin kencang, ombak dan gelombang yang kapan saja bisa mengancam keselamatan penumpang. Tidak hanya itu, opsi untuk memilih jalur laut semestinya sangat berdampak kepada masyarakat karena pertimbangan biaya transportasi. “Selain terbatas untuk memuat barang-barang kebutuhan rumah tangga, jalur laut juga biayanya terlalu tinggi. Yanda ada untung kasiang karena terlalu mahal biaya angkutannya,” beber Lexi polos mengungkapan kekecewaannya.

Lexi juga menyesalkan belum rampungnya penyelesaian jalan di Sowang menuju Batunderang bertahun-tahun yang notabene diklaim merupakan kampung halaman Bupati Sangihe saat ini. Sebaliknya, dirinya memberikan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan pemprov Sulut terhadap pembangunan ruas jalan akses menuju ke kecamatan Manganitu Selatan tersebut. “Yah, kalau yanda perhatian dari pemprov Sulut bagaimana torang pe nasib kasiang masyarakat yang berada di paling selatan daratan Sangihe. Padahal, jauh sebelumya masyarakat Batunderang bangga karena pemimpin daerah yang terpilih adalah anak kampung yang sudah pasti akan memberikan perhatian lebih,” Ungkap Gahgana penuh penyesalan.(ms)

banner