Potret Rumah Embo Helmud di Manente, Terkesan Sangat Sederhana, Sebagian Atapnya Sudah Bocor

MANADO-Kepergian secara mendadak Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong, SE (alm) beberapa pekan lalu tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat di kabupaten Sangihe. Namun, disela-sela pemakaman mantan Sekretaris DPD II Partai Golkar Sangihe Senin, 14 Juni 2021 lalu tersebut, sejumlah awak media tak sengaja melihat langsung keberadaan kediaman Embo Helmud yang terletak di kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Sangihe.

Meskipun tidak sempat mengambil dokumentasinya karena pertimbangan keluarga masih dalam suasana berduka, namun, sepintas lalu terkesan rumah tersebut bukanlan rumah milik sosok wakil kepala daerah, yang biasanya terkesan wah dan keren. Kendati berada di kompleks perumahan Manente, namun konstruksi bangunan tersebut terlihat hanya semi permenan, luas lahannya tidak sampai 1.000 meter persegi. Dan, yang paling menyedihkan lagi, hampir sebagai besar atap seng di bagian dapur sudah dalam keadaan bocor. “So bocor-bocor kasiang di bagian dapur,” tutur Bu Ridi, penduduk setempat.

Selain kondisi fisik bangunan yang terkesan sederhana dan tidak layak bagi jabatan seorang wakil kepala daerah, isi furniture di dalamnya seperti kursi tamu, meja makan, bahkan perabot rumah tanggahnya lainnya masih terkesan seperti penduduk perumahan semata. “Kalaupun saat ini ada yang tatambah mungkin karena sebagian barang milik pribadi di rumah dinas yang sudah di pindahkan ke kediaman almarhum,” tambah Roni T, penduduk seputaran perumahan Manente.

Sejak menjabat anggota DPRD kabupaten Sangihe, suami tercinta dari Rahel Sasamu ini memang ikut menjadikan rumah tersebut sebagai tempat kediaman bersama istri dan anak lelaki satu-satunya. “Yang kita tahu Embo Helmud yanda ada rumah lain di Tahuna selain yang di Manente,” tambah Roni polos menceritakan histroy perjalanan karir politik Embo Helmud yang dimulai dari seorang stylist. Almarhum memang dikenal sebagai sosok yang sederhana namun merakyat. Karena kesederhannya itu, sejak almarhum terpilh menjadi anggota DPRD Sangihe dua periode maupun wakil Bupati Sangihe, almarhum diketahui tidak memiliki sejumlah azet permanen seperti rumah pribadi baik di Sangihe maupun di luar kabupaten Sangihe.

Sosok almarhum juga dikenal sebagai wakil kepala daerah yang tidak hidup mewah dan tidak banyak menikmati fasilitas negara. Selama menjabat wakil Bupati Sangihe, almarhum tak satupun memiliki hunian di kota Manado sekelas perumahan sederhana ataupun pemukiman biasa. “Embo talalu banyak pendam depe kedesihan. Tapi mo bilang apa, so jadi bagini,” kata Lexi Gahgana, warga kampung Batunderang, kecamatan Manganitu Selatan.(ms)

banner