Masa Tugas Penjabat Bupati Terlalu Lama, Tamusa : Potensi PDIP ‘Menang Lagi’ Sangat Terbuka

Keindahan Kota Tahuna, Sangihe dilihat dari puncak kota Tahuna.(dok)

TAHUNA-Meskipun masa jabatan pemerintahan Bupati Sangihe Jabes Gaghana, SE, ME tinggal beberapa bulan lagi, namun sepak terjang mantan Wakil Ketua DPRD SaTal ini, tak lepas dari sorotan masyarakat yang menetap di kabupaten yang memiliki luas wilayah 736.98 KM2 tersebut. Bahkan, bagi mereka, kinerja pemerintahan beberapa bulan terakhir ini tanpa wakil kepala daerah, akan menjadi tolak ukur bagi masyarakat dalam pilkada serentak yang akan dilaksanakan tahun 2024 mendatang. “Silahkan masyarakat yang akan menilai sendiri, apakah selama 5 tahun ini, wajah kabupaten Sangihe mengalami perubahan atau tidak,” kata Roni ‘Ebol’ Tamusa, warga Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna.

Ketua salah satu kelompok tani di Sangihe ini mengatakan, penetapan Penjabat sementara Bupati Sangihe yang sesuai perintah Undang-undang No 10 tahun 2016 akan dilalukan Mei tahun 2022 mendatang, dan ikut menjadi kewenangan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE akan menjadi indikator politik bahwa, potensi PDIP akan menguasai kembali pemerintahan di Sangihe sangat terbuka. “Fakta politik memang seperti itu. Dan, sudah menjadi rahasia umum dimata masyarakat, sepeti apa nantinya tugas dari penjabat Bupati yang akan ditunjuk nanti,” urai Ebol, mantan aktifis di sejumlah organisasi kepemudaan di Sangihe.

Lanjut Tamusa, lamanya penetapan masa bertugas Penjabat Bupati Sangihe kedepan, akan sangat menentukan sikap politik masyarakat di pemilu serentak, baik pileg Februari 2024 maupun  pilkada yang dilaksanakan November 2024 mendatang. “Kalau saya tidak keliru, penjabat Bupati akan bertugas di Sangihe lebih dari 2 tahun, tergantung nanti ketentuan yang akan dikeluarkan Mendagri, apakah bisa melebihi satu tahun atau akan ada lagi penetapan Penjabat yang baru,” urai Ebol.

Dimasa-masa tersebut lanjut Ebol, semua partai politik akan berkompetisi untuk menyakinkan masyarakat tentang program mereka. “Mudah-mudahan, Penjabat yang ditetapkan nanti tidak akan berpihak ke mana-mana. Tidak ada intimidasi dan tidak akan keberpihakan jelang pileg maupun pilkada. Karena, semua apapun kondisinya, semua mesin politik pada masa-masa itu tertuju pada tahun 2024 mendatang,” jelas Tamusa menutup pembicaraannya pekan lalu.(ms)

banner