Wow, Terhitung 21 Agustus, Sudah Ada Gedung Pertemuan di Tu’ur Ma’asering

Keindahan Panorama Alam di Tuur Maasering ternyata menjadi salah satu pemikat di salah satu destinasi wisata terbaik di kota Tomohon tersebut.(ist)

TOMOHON-Pemberlakuan penutupan sementara seluruh destinasi wisata di kota Tomohon hingga 02 Agustus 2021 mendatang, tidak membuat aktifitas di Tu’ur Ma’asering lumpuh total. Destinasi wisata yang mulai merangsang pengunjung manca negara ini, diam-diam ikut membangun sejumlah spot-spot baru diantaranya, pembangunan public places (gedung pertemuan) untuk perayaaan acara-acara syukuran keluarga, kantor maupun perayaan pesta pernikahan untuk daya tampung 50-100 orang. “Ini kami bangun atas permintaan pengunjung. Sejak awal, banyak pengunjung berharap adanya public places di Tuur Maasering,” kata Owner Tuur Maasering Jefri Polii, S.Ik saat bersua bersama politikanews.com di lokasi wisata yang terletak di kelurahan Kumelembuay, Tomohon.

Menurut jebolan Fakultas Ilmu Kelautan Unsrat ini, karena Tu’ur Ma’asering adalah destinasi wisata yang menonjolkan keindahan Panorama alam, maka semua bahan baku pembuataan public places kali ini terdiri kayu yang diukir rapi. Interior dindingnya nanti terbuat dari Pitate (Sejenis pembatas yang terbuat dari anyaman bambu). “Jika dimanfaatkan sampai diluar (Makdsudnya, pondok-pondok diluar), maka kapasitas tampungnya bisa 250 orang, tanpa mengabaikan penerapan protokol kesehatan covid 19,” jelas Jepol, sapaan akrab Polii saat mengajak langsung politikanews.com untuk melihat dari dekat pembangunan publc places yang dimaksud.

Menariknya lanjut Jepol, atas permintaan pengunjung, maka pembangunan gedung pertemuan tersebut akan dipercepat sebelum 21 Agustus 2021 mendatang. “Sudah ada yang booking untuk melaksanakan resepsi pernikahan. Kita doakan bersama, sebelum tanggal yang dimaksud, semua pekerjaan sudah rampung,” urai suami tercinta Nancy Tigau, SP, mantan supervisor senior di Nissan Martadinata Manado, yang kini memilih mengelolah sendiri manajemen Tu’ur Ma’asering.

Uniknya, dalam public places tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati keindahanan panorama alam Tuur Massering dari puncak.  Namun, pengujung juga akan dimanjakan dengan musik kolintang modern, yang aransemen musiknya sudah menyesuaikan dengan musik modern. “Konsep kita nanti kedepan, ada perpaduan musik antara band lokal dan kolintang, sehingga pengunjung benar-benar akan menikmati suasana baru yang tidak pernah ditemukan di destinasi wisata lain,” kata Jepol, seraya mengajak politikanews.com untuk menikmati kue cucur, salah satu ciri khas kuliner Tuur Maasering yang banyak diminati pengunjung lokal.(jemmy)

banner