Bos BUMN Terharu Bacakan Puisi Racikan Benny Rhamdani

Menteri BUMN Erick Tohir.(dok)

JAKARTA-Nama Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani ikut menjadi topik utama pembahasan orang nomor satu di Kementrian BUMN yang dipimpin Erick Tohir. Bahkan, bos besar yang memiliki kewenangan pergantian seluruh Direksi maupun Komisaris BUMN di seluruh Indonesia ini, ikut membacakan puisi karangan Benny Ramdhani saat menghadiri Peresmian Pelaksanaan Peraturan BP2MI Nomor 09 Tahun 2020, serta peluncuran pembebasan biaya bagi pekerja migran Indonesia melalui Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Tanpa Agunan yang dilaksanakan Kamis, (12/08) kemarin di Jakarta.
 “Saya dapat titipan dari Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani langsung, disuruh baca puisi,” kata Erick Thohir.  Bahkan, mantan Ketua Tim Pemenangan Capres-Cawapres Jokowi-Maaruf ini ikut membacakan puisi yang dititipkan Ramdani. “Izinkan saya baca puisi yang tidak lain pasti puisi ini sebenarnya isi hati Pak Benny,” kata Erick Thohir. Berikut petikan puisi yang dibacakan Menteri BUMN Erick Thohir untuk para pekerja migran Indonesia.

Mereka adalah Kita

Episode pekerja migran Indonesia. Selalu ada cerita suka, tetapi tidak sedikit kita mendengar berita duka. Banyak dari mereka yang sukses, tapi tidak sedikit yang membuat hati kita tergores.


Selama ini mungkin kita terlena sehingga lupa masalah-masalah mereka. Padahal mereka adalah pahlawan, penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara Republik Indonesia yang kita cintai.


Mereka adalah orang-orang hebat, belum tentu kita sehebat mereka. Mereka adalah jiwa-jiwa tangguh, belum tentu kita setangguh mereka. Mereka adalah para pemberani, belum tentu kita seberani mereka. Demi mimpi indah, cita-cita dan masa depan, mereka tinggalkan keluarga kampung halaman dan negara yang dicintai untuk waktu yang lama.

Saatnya kita bersama-sama hentikan segala cerita duka, akhiri setiap tetes air mata. Merdekakan pekerja migran Indonesia karena mereka adalah kita, dan kita adalah mereka.(politikanews.com/jpnn)

banner