Menakar Kekuatan Golkar di Sangihe Tanpa Bu Winsu & Embo Helmud, di Pileg & Pilkada Serentak 2024

Sandra Medawo.(wa)

TAHUNA-Kepergian secara tiba-tiba kader terbaik partai Golkar kabupaten Sangihe Drs. Winsulangi Salindeho (alm) tidak hanya memukul dunia politik di kawasan Nusa Utara. Namun, berpulangnya mantan Bupati Sangihe tersebut dipastikan ikut memukul kekuatan politik partai Golkar kabupaten Sangihe jelang pelaksanaan pemilu legislatif Februari 2024 mendatang, dan pilkada serentak yang dijadwalkan akan dilaksanakan November tahun 2024.

Bu Winsu, selama ini dikenal sebagai kader terbaik partai Golkar Sangihe yang mampu mengenjot perolehan suara partai Golkar di pemilu tahun 2019 lalu, termasuk di pilkada kabupaten Sangihe tahun 2017 lalu. Sepak terjangnya di dunia pemerintahan maupun politik di kabupaten Sangihe, membuat mantan Sekretaris Daerah Kota Manado tersebut berhasil meraih 12.101 suara, dan terpilih menjadi anggota DPRD Sulut dari dapil Nusa Utara di pileg tahun 2019 lalu.

Kekuatan politik Bu Winsu di kabupaten Sangihe memang benar-benar mengakar hingga ke desa maupun kelurahan. Tak heran, Bu Winsu termasuk satu-satunya calon anggota DPRD Sulut yang terpilih dari dapil Nusa Utara saat itu, yang mampu tampil idealis dengan cost politik yang tidak terlalu besar. “Kalau mo jujur, warga Sangihe lebih banyak mengenal ketokohan Bu Winsu ketimbang nama besar partai dan itu memang fakta politik dilapangan,” kata Sandra Medawo, Spd, tokoh muda asal kecamatan Manganitu.

Mantan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Unima di Tondano ini mengatakan, partai Golkar saat ini sulit mencari sosok pengganti Bu Winsu di kabupaten Sangihe guna menggenjot suara Golkar di pileg maupun pilkada serentak tahun 2024 mendatang. “Harus kita akui memang sangat sulit. Makanya, saya lebih mengatakan bahwa, Golkar kehilangan tokoh sentral di Sangihe dan ini merupakan tanda awas bagi Golkar jika proses pencitraan dan konsolidasi dilapangan tidak berjalan sesuai dengan harapan masyarakat,” jelas pemerhati masalah IT (Informasi & Teknologi) saat diskusi terbatas Sabtu, (21/8) pekan lalu di Tondano.

Menurut Andra (sapaan akrab Medawo), selama 3 bulan terakhir ini, Golkar tidak hanya kehilangan sosok Bu Winsu, namun fakta politik juga menunjukan, Golkar Sangihe juga kehilangan salah satu kader terbaiknya yang pernah duduk di DPRD Sangihe selama 2 periode berturut-turut dan menjabat wakil Bupati Sangihe aktif yakni Helmud Hontong, SE (alm). “Fakta politik mereka berdua adalah kader terbaik Golkar. Pertanyaan sekarang adalah, mampukah parpol akan melakukan pendekatan terhadap konstituen dari kedua almarhum tersebut dilapangan,” tanya Andra, seraya menceritakan peta kekuatan politik di kabupaten Sangihe saat ini.

Dalam referensi politikanews.com, Bu Winsu merupakan satu-satunya kader partai Golkar yang pertama kali menang dalam pilkada secara langsung dipilih oleh rakyat dilaksanakan saat itu di kabupaten Sangihe. Karena ketokohannya, Bu Winsu juga pernah sukses meraih separuh lebih kursi Golkar di DPRD Sangihe saat itu, dan membawa istri tercinta Pdt. Meiva Lintang, S.Th sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulut dengan capaian suara terbanyak.(ms)

banner