Rektor Unima Gandeng Pemkab Gorontalo, Bupatinya Ternyata Mantan Rektor…

Rektor Unima Prof Deitje Katuuk saat melakukan penanda-tangan kerja sama dengan Pemkab Gorontalo.(mart/gawai.co)

TONDANO-Ekspansi kerja sama yang dirintis Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A Katuuk, Mpd tidak hanya menyentuh sejumlah kabupaten/kota di Sulut. Namun, kerja sama pengembangan akademik dan peningkatan kualitas SDM tersebut juga dilakukan Prof Katuuk di provinsi Gorontalo. Berbekal sama-sama lahir dari dunia kampus, Rektor Unima kali ini ikut menjalin kerja sama dengan Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, Mpd, mantan Rektor IKIP Gorontalo yang juga Bupati Gorontalo saat ini.  

Usai penanda-tangan MoU yang dilaksanakan di Luwansa Hotel Manado, Jumat, (10/09) kemarin, Prof Katuuk mengatakan, kerjasama dengan sejumlah pihak termasuk pemerintah daerah saat ini menjadi salah satu agenda penting, bahkan bagi perguruan tinggi menjadi salah satu indikator mutu. “Ada banyak perubahan yang terjadi diera revolusi industry 4.0 saat ini. Perubahan perubahan mendasar yang dimaksud adalah soal struktur ketenagakerjaan, lapangan kerja, dan juga tentunya perubahan di bidang kependidikan,” jelas Rektor.

Menurutnya, banyaknya permasalahan di bidang sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan pendidikan secara otomatis perguruan tinggi membutuhkan kerja sama baik institusional, lokal, regional, dan bahkan global dengan semua pihak baik perguruan tinggi maupun pemerintah daerah. “Pemerintah daerah saat ini merupakan mitra kerja penting bagi perguruan tinggi. Sebaliknya, perguruan tinggi merupakan mitra kerja yang sangat strategis bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan,” urai mantan Pembantu Rektor Bidang Akademik Unima ini.

Sebagai sebuah lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Unima memang memiliki fokus visi utama yaitu pembangunan di bidang pendidikan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di semua aspek, bahkan Unima sendiri akan menjadi pelopor terhadap hal tersebut. Dengan demikian kata Prof Katuuk, maka mutu pendidikan harus terus ditingkatkan, kurikulum dan pembelajaran harus terus berinovasi untuk memajukan mutu dan relevansinya. “Upaya peningkatan mutu dan relevansi itu ialah melalui pembelajaran di luar program studi, yaitu memberi ruang untuk mahasiswa calon guru dapat menimbah pengetahuan dan keterampilan mengajar melalui kerjasama kemitraan dengan pemerintah daerah dan sekolah-sekolah mitra baik SD, SMP maupun SMA dan sederajat,” katanya.

Dimata Rektor Unima, kerjasama antara Unima dan Pemkab Gorontalo dapat terjalin dengan baik, apalagi sang bupati tidak hanya dikenal di dunia pemerintahan, namun juga lama berkecimpun di dunia pendidikan karena pernah menjabat rektor IKIP Gorontalo.  “Pengalaman akademik dan empiris yang demikian luas dari bupati akan semakin memperkuat sinergitas Unima dengan pemerintah daerah, khususnya Pemkab Gorontalo,” harap mantan Dekan FIP Unima ini.

Menariknya, Bupati Kabupaten Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo Mpd saat proses penandatangan perjanjian mengatakan, dirinya saat itu merasakan suasana ketika masih menjabat rektor IKIP Gorontalo. Untuk itu mantan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo itu berharap kerjasama antara Unima dan daerah yang sedang dipimpinnya dapat berkolaborasi membawa perubahan, baik di bidang pembangunan daerah maupun pendidikan.  “Jadi jika ingin membawa perubahan bagi daerah, maka libatkanlah akademisi,” kata Pomalingo yang juga mantan anggota Badan Akreditasi Nasional.

Bupati Gorontalo dua periode berturut-turut ini pun berharap tindak-lanjut dari kerja sama antara Pemkab Gorontalo dan Unima dapat ditindak-lanjuti dengan pembentukan tim kecil untuk merumuskan masalah SDM, riset termasuk melakukan penelitian tentang covid 19. “Kita cepat lakukan kolaborasi program untuk kemajuan. Hidup ini harus kolaborasi dan inovasi jangan pernah berhenti, apalagi untuk kerjasama antara Pemkab Gorontalo dan Unima,” tutur aktifis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam yang pernah menempuh kuliah di Fakultas Pertanian Unsrat ini.(ms)

banner