Bahas Isu-Isu Strategis PTN, Hari Ini Rektor Unima Gelar Pertemuan bersama Presiden Jokowi

SOLO-Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Dr. Deitje Katuuk, Mpd menjadi salah satu rektor dari 35 rektor Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang diundang untuk menghadiri pertemuan antara Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) dengan Presiden RI Ir. Joko Widodo yang dilaksanakan Senin, (13/9) hari ini di Universitas Negeri Solo (UNS), Jawa Tengah. Pertemuan yang dilaksanakan dengan menggunakan standar ketat protokoler kesehatan covid 19 ini diantaranya diikuti oleh rektor UI, UGM maupun ITB.

Ketua Tim Pengembangan Unima Prof. Dr. Sjamsi Pasandaran, Mpd saat dihubungi mengatakan, pertemuan MRPTNI kali ini merupakan pertemuan terbatas karena hanya dihadiri oleh 35 PTN di Indonesia, termasuk salah satunya adalah rektor Unima. “PTN lainnya diundang secara daring,” kata Prof Sjamsi saat mendampingi rektor di UNS. Selain membahas issue-issue strategis terkait kesiapan PTN dalam penanganan masalah covid 19, pertemuan MRPTNI kali ini juga ikut membahas soal kesiapan PTN dalam pelaksanaan perkualiahan secara Luring yang akan direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Pakar Ekonomi Perencanaan ini juga mengatakan, karena ketatnya sistim pemeriksaan yang dilaksanakan panitia pelaksana, maka yang bisa masuk ke gedung pertemuan hanya rektor Unima. “Sejak tadi malam, panitia sudah melakukan cros cek tentang kesiapan peserta. Bahkan, beberapa jam sebelum pertemuan dilaksanakan, peserta sudah tidak bisa terkontaminasi dengan orang lain, untuk memastikan bahwa peserta dalam ruangan bebas dari covid 19,” jelas Prof Sjamsi.

Menariknya, pertemuan MRPTNI kali ini di Universitas Negeri Solo (UNS) ikut memberikan kesan tersendiri bagi Unima, berhubung Rektor UNS kali ini Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum adalah mantan Rektor Unima. “Ibu Rektor Unima (Prof. Deitje Katuuk, maksudnya) saat tiba di Solo, langsung dihubungi oleh Rektor UNS,” kata Prof Sjamsi. Prof Jamal Wiwoho sendiri merupakan Ketua MRPTNI. Sehari sebelum pelaksanaan MRPTNI, Prof Jamal mengatakan, selain Presiden forum ini juga akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, dan 35 rektor PTN. Sedangkan lebih dari 55 rektor, direktur PTN di Indonesia mengikuti secara daring. “Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pertemuan MRPTNI diselenggarakan secara luring dan daring. Tentunya dalam pelaksanaannya, kita akan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat baik untuk panitia penyelenggara maupun tamu undangan yang hadir ke Aula FK UNS,” terang Prof. Jamal.

Dalam pertemuan MRPTNI di UNS ini, akan membahas beberapa hal. Diantaranya tentang pelaksanaan Pembelajaran/perkuliahan tatap muka (PTM) di perguruan tinggi, pelaksanaan vaksinasi di perguruan tinggi dan peran perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Prof Jamal menyebutkan, selain 3 isu penting tersebut, sebenarnya ada beberapa isu perguruan tinggi ingin disampaikan kepada Presiden. Adapun isu tersebut meliputi; paradigma baru otonomi perguruan tinggi, peningkatan kualitas SDM dosen dan lulusan, kolaborasi dan sinergi PT dengan industri; Keseimbangan nisbah dosen dengan mahasiswa, nasib dosen PTN baru, perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) yang tidak mendapatkan alokasi pegawai negeri sipil (PNS)  baru, penguatan riset dan inovasi sebagai pilar pusat-pusat unggulan IPTEKS.

Selain itu tentang implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, sebagai contoh UNS bekerja sama dengan Solo Technopark. “Karena terbatasnya waktu Bapak Presiden di Solo, maka kami para Rektor sepakat akan menjadwalkan kembali pertemuan semacam ini pada waktu yang akan datang,” ujar Prof Jamal. Selanjutnya, ia menambahkan, setelah acara dengan Jokowi berakhir, dilanjutkan pertemuan dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dengan para rektor di UNS dan secara daring.(politikanews.com/bs)

banner