Vaksinasi Dosis Tahap III Dimulai 12 Januari, Booster Wajib atau Tidak

Pelaksanaan vaksinasi masal yang dllaksanakan di kota Manado baru-baru ini.(ist)

JAKARTA-Pemerintah sepertinya tidak akan menundah lagi pelaksanaan program vaksinasi booster atau penyuntikan dosis ketiga vaksin Covid-19. Program vaksinasi booster ini akan dimulai pada 12 Januari 2022. “Saya update soal program vaksinasi booster, tadi sudah diputuskan Bapak Presiden berjalan tanggal 12 Januari ini,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana dikutip Kompas.com, Selasa (4/1) kemarin. Lantas hadirnya vaksin booster ini nantinya apakah bersifat wajib atau tidak?
Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa vaksin booster bersifat pilihan. “(Vaksin booster sifatnya) Pilihan,” ujarnya. Sehingga, masyarakat yang menginginkan penggunaan vaksin booster dapat menggunakannya. “Iya (untuk yang menginginkan) pilihan ya,” terang Nadia.
Nadia menjelaskan, vaksin booster untuk tahap awal akan diberikan kepada 244 daerah yang saat ini sudah siap. Adapun jenis vaksin yang digunakan untuk vaksin booster Nadia menyebut akan digunakan semua platform yang ada. Ia menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir seandainya vaksin booster yang digunakan, berbeda jenis dengan vaksin yang dipakai pada penyuntikan dosis satu dan dua. “Tidak masalah (jenis vaksin berbeda dengan sebelumnya). Kan sudah ada kajiannya,” kata dia.
Untuk diketahui syarat penerima vaksin booster yakni, penduduk usia 18 tahun ke atas Telah mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua, minimal 6 bulan Tinggal di kabupaten atau kota yang telah mencatatkan capaian vaksinasi dosis pertama 70 persen dan 60 persen untuk dosis kedua dan Vaksin booster diprioritaskan untuk kalangan lansia, utamanya yang memiliki komorbid maupun penyakit bawaan.(politika/kcl)