Friday, August 29, 2025
HomeBerita UtamaHilangkan Rasa Trauma Korban, Dewan Adat & Keluarga Korban Siap Gelar Doa...

Hilangkan Rasa Trauma Korban, Dewan Adat & Keluarga Korban Siap Gelar Doa di Perairan Talise

TALAUD-Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Talaud dan perwakilan keluarga korban kebakaran KM. Barcelona VA dijadwalkan Minggu, (31/8) mendatang akan ritual adat Mamasunge Lai Mapatamudu Sasangngo/Rimuudda atau doa untuk menghilangkan rasa trauma korban kebakaran kapal yang terjadi beberapa pekan lalu di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.


Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Kepl. Talaud Pdt. Dr. Anton Sulung, M.Th dalam keterangan persnya Kamis, (22/8) kemarin mengatakan, pelaksanaan ritual atau doa bersama di perairan Talise merupakan rangkaian dari kegiatan yang sama juga yang dilakukan di seluruh jemaat di lingkungan Germita (Gereja Masehi Injili di Talaud).

“Kami perlu melaksanakan ritual ini mengingat, untuk menghilangkan rasa trauma korban kebakaran kapal maupun keluarga korban,” kata Pendeta Anton.


Ritual adat Mamasunge Lai Mapatamudu Sasangngo/Rimuudda ini nantinya akan dilaksanakan dari atas kapal KM. Gregorius saat melintas di perairan Talise pada minggu, (31/8) pagi hari. Ketua Dewan Adat Talaud dipastikan akan memimpin ritual tersebut didampingi Ketua Sinode Germita Pdt. Dr. Arnol Apolos Abbas, M.Th.

“Kita nantinya akan menyampaikan pemberitahuan resmi ke sejumlah instansi teknis di Talaud maupun di Manado maupun pemilik kapal KM. Gregorius. Doakan acara ritual ini bisa berlangsung sukses,” ungkap Pendeta Sulung.


Sementara itu, Ketua Sinode Germita Pdt. Arnol Apolos Abbas, M.Th kepada politikanews.com mengatakan, pihaknya ikut memberikan dukungan kepada Dewan Adat Talaud yang akan melaksanakan acara ritual adat Mamasunge Lai Mapatamudu Sasangngo/Rimuudda tersebut.


Menurut Pendeta low profile ini, rencana pelaksanaan ritual di Talaud maupun di perairan Talise tersebut ikut dibicarakan dalam sidang Istimewa Majelis Sinode Germita yang dilaksanakan di jemaat Maranatha Salibabu, 24-29 Agustus 2025.

“Gereja bahkan diminta untuk turut berperan dalam acara tersebut bersama tokoh adat Talaud. Sebagai bagian dari masyarakat Talaud, kami mendukung ritual ini yang bertujuan positif konstruktif,” ucap Abbas.


Pentingnya ritual ini dilaksanakan lanjut Abbas semata-mata untuk bermohon pengampunan dan pengasihan kepada Tuhan agar supaya tidak akan terjadi lagi musibah serupa pada masa-masa yg akan datang.


“Kita bermohon juga agar Tuhan melindungi dan memberkati pelayaran ke kawasan Nusa Utara khususnya Kab. Kepl. Talaud,” cetus jebolan pasca sarjana UKI Tomohon ini.


Yang lebih penting dari itu kata Pendeta Abbas adalah, ikut melestarikan budaya leluhur untuk memohon doa kepada Tuhan agar dijauhkan dari segala bencana dan peristiwa serupa tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang.

“Ini adalah bagian terpenting dari peran gereja untuk selalu bekerjasama dalam membangun masyarakat yaitu Pemerintah, Gereja dan Adat. 3 lembaga ini seperti tiga tungku (batu dodika) selalu bekerjasama dalam melakukan aktifitas kegiatan dalam pembangunan,” tutup Abbas.(msi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments