SIAU-Keluarga besar Berhimpon di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kab. Kepl. Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) ikut menyatakan kekecewaannya terhadap Pemkab Sitaro dibawah kepemimpinan Bupati Chnytia Kalangit, SKM dan Wakil Bupati Heronimus Makainas, SE.
Hal ini disebabkan, bentuk perhatian yang ditunjukan Pemkab Sitaro melalui Slogan Sitaro Masadada rupanya hanyalah sebatas retorika semata alias lips sercive, tapi fakta dilapangan sesungguhnya tidak ada.
“Jujur kami kecewa, karena saat ibadah malam penghiburan orang tua kami sampai pada ibadah pemakaman, tak satupun wakil Pemkab Sitaro yang hadir. Sitaro masadada bagaimana ini,” ungkap Dr. Marnex Berhimpon, M.Kes.,AIFO.
Dosen FPOK Universitas Negri Manado (Unima) ini mengatakan, dirinya bahkan keluarga besar di Siau maupun Tagulandang tidak meminta penghormatan dari Pemkab Sitaro ketika orang tuanya tutup usia.
“Tapi, setidaknya ada mewakili pemerintah daerah saat ibadah malam penghiburan maupun ibadah pemakaman yang hadir. Kami saja disudutkan seperti ini, bagaimana nanti dengan warga lain yang (maaf) bukan dari keluarga berpendidikan,” urai Berhimpon, seraya mengatakan dirinya bahkan keluarga besar di Siau masih terluka dengan peristiwa tersebut.
Kandidat Guru besar (Profesor) Unima ini mengatakan, selain ayahnya (alm Adolf Berhimpon) merupakan salah satu orang tertua di Kelurahan Baru, Kecamatan Siau Timur, almarhum juga merupakan seorang Pensiunan PNS dan pernah diberikan kepercayaan menjabat Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Siau Timur diera itu.
“Saya sendiri sebagai anak Siau, lahir dan dibesarkan di Siau, merasa muak dengan situasi ini. Dalam benak pikiran saya, sudah seperti ini kondisi pemerintahan di Sitaro ?,” keluh Marnex, yang juga Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM Wilayah Manado Barat Daya ini.
Almarhum Adolof Berhimpon sendiri meninggal pada Selasa. (6/1) lalu di Siau dan dimakamkan pada Jumat, (9/1) di Siau. Setidaknya ada jedah waktu 3 hari dari kematian sampai pada pemakaman.(msi)


