MANADO-Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Mayjen TNI. (Purn) Yulius Selvanus, SE tak hanya akan melakukan perombakan terhadap 12 pejabat esolon II di lingkungan pemprov Sulut pada Senin, (9/2) kemarin. Namun, mantan Prajurit Kopassus TNI AD tersebut dipastikan pekan ini juga akan melakukan resuffle susulan terhadap sejumlah pejabat esolon II, III maupun IV yang masih tersisah.
Jika dihitung dari jumlah Kadis/Kadan yang jumlahnya mencapai 33 orang, maka sedikitnya masih terdapat 21 orang jumlah Kadis/Kadan yang masih berada pada zona aman serta ratusan pejabat esolon III & IV yang masih stand bye.
Informasi media ini menyebutkan, hampir dipastikan pekan ini, YSK akan melakukan ressufle susulan terhadap sejumlah pejabat esolon II, III & IV yang namanya belum masuk dalam daftar pejabat yang dilantik kemarin. “Kalau tidak ada perubahan, masih ada 2 kloter lagi di minggu ini,” beber sumber resmi media ini.
Jika dilihat dari 12 Kadis/Kadan yang masuk dalam resuffle kloter pertama kemarin, umumnya belum menyentuh SKPD teknis dan strategis yang berkaitan dengan program kerja prioritas Gubernur YSK. SKPD yang dimaksud diantaranya, Kadis PUPR, Kadis Pendidikan & Kebudayaan, Kadis Perkim, Kadis Perhubungan serta job basah lainnya.
Menariknya, dalam pelantikan 6 pejabat esolon II yang dilakukan Senin, (9/2) kemarin, Gubernur YSK masih menetapkan status Plt (Pelaksana Tugas) kepada 6 pejabat yang dilantik. Mereka diantaranya, Novita Lumintang sebagai Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemprov Sulut, Franky Alexander Tintingon sebagai Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemprov Sulut, Audi Pangemanan sebagai Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sulut.
Ada juga Fransiskus E Manumpil sebagai Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sulut, Noldy Zadrakh Salindeho sebagai Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Sulut dan Zainudin Saleh Hilian sebagai Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Pemprov Sulut.
“Bisa dipastikan 6 pejabat yang menyandang status Plt ini hanya akan sementara di Kadis/Kadan, tapi mereka akan definitif di jabatan pelantikan sebelumnya,” kata Pengamat Sosial Pemerintahan Sulut Yeheskiel Lairah, S.Sos.,M.AP.
Hanya saja, Gubernur YSK dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi serta penguatan kinerja birokrasi demi percepatan pembangunan di Sulawesi Utara.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan loyalitas kepada masyarakat Sulawesi Utara,” ujar YSK.
YSK juga mengingatkan para pejabat yang dilantik agar segera bekerja, beradaptasi dengan tugas baru, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi pelayanan publik. “Saya ingin seluruh pejabat yang dilantik hari ini bekerja cepat, tepat, dan profesional. Jabatan adalah kepercayaan, bukan hak. Tunjukkan kinerja dan dedikasi,” tegasnya.(msi)


