SIAU-Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ulu Siau Kristianus Lasander, S.Pd megaku dirinya sama sekali tidak pernah menerima imbalan, suap atau sejenisnya dari oknum PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) IKM alias Opo (Bukan Man,red) yang ikut menjadi tahanan Tim Penyidik Kejari Sitaro akhir pekan lalu.
Saat dihubungi politikanews.com Selasa, (3/2) kemarin, Lasander dengan jujur mengatakan, dirinya maupun jajaranya sama sekali tidak pernah menerima imbalan ataupun uang yang berasal dari proyek pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) di SMA Negeri Ulu Siau tersebut. “Jangankan imbalan uang, senyumpun kami tidak pernah menerimanya,” akui Lasander.
Dirinya juga mengatakan bahwa, sejak awal Januari 2023 lalu, dirinya mulai mencurigai gerak-gerik IKM alias Opo bersama para tukang yang saat itu terkesan sulit dihubungi via handphone. “Saya mulai curiga karena waktu sudah akhir Januari 2023, tapi, para tukang yang umumnya berasal dari Tabukan Utara, kabupaten Sangihe belum juga datang di sekolah,” ungkap Lasander.
Kondisi ini semakin diperburuk kata Lasander ketika, pemilik sejumlah bahan baku bangunan seperti besi, batako dan eksavator yang notabene milik dari pemilik toko Ko Bob Janis (Saat ini anggota Fraksi Golkar DPRD Sitaro) mulai mengangkat barang-barangnya dari lokasi pembangunan sekolah.
“Informasi yang saya terima waktu itu dari Ko (Maksudnya, Bob Janis), sebagian besar bahan-bahan yang diambil belum dibayar. Makanya, saya mulai curiga dan saya langsung melaporkan kondisi ini ke Cabang Diknas Sitaro,” beber Lasander, Kepsek yang sudah 7 tahun mengabdi di SMA Favorit masyarakat di pulau Karangetang tersebut.
Sayangnya, laporan yang disampaikan Lasander terkesan tidak ditindak-lanjuti oleh Diknas Provinsi Sulut saat ini. “Saya juga ikut melaporkan kondisi yang sama ke Diknas Provinsi Sulut di Manado,” jelasnya.
Akibat mangkraknya proyek tersebut, dirinya sempat dimintai keterangan 4 kali oleh Tim Penyidik Kejari Kab. Kepl. Sitaro. “Saya 4 kali bolak-balik ke Ondong diperiksa oleh Jaksa,” ucap Lasander.
Menariknya, meskipun kejadian ini sudah 3 tahun berlalu, namun Lasander tidak mengetahui siapa semestinya pemilik CV. Ibrian Jaya Pratama, perusahaan yang digunakan oleh IKM alias Opo saat melaksanakan pekerjaan tersebut.
“Saya tidak tahu, karena tidak pernah muncul ke sekolah saat itu. Yang saya tahu hanya IKM alias Opo dan para pekerja yang umumnya berasal dari Tabukan. IKM pun waktu itu hanya 1 kali datang ke sekolah,” tutur Lasander.(msi)


