TAGULANDANG-Meskipun termasuk pendatang baru dalam dunia BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), namun, komitmen Kepala Cabang PD Pelayaran Tagulandang Wilson Manalip untuk memangkas semua birokrasi dan pungutan liar yang sebelumnya hanya menguntungkan pihak ABK (Anak Buah Kapal) maupun perusahaan terus dilakukan.
Jika sebelumnya, ABK KM. Lohoraung dan KM. Lokongbanua ikut memanfaatkan kamar-kamar VIP yang kosong saat pelayaran. Namun, diera Manalip, semua ABK tidak diperkenankan untuk berada di kamar-kamar VIP saat pelayaran.
“Demi kepentingan kemanusian, kita lebih mempriotaskan kamar-kamar VIP kepada penumpang diatas 60 tahun keatas yang secara kebetulan saat itu hanya memiliki tiket alas,” kata Manalip.
Mantan Striker (Penyerang,red) Tim Pemenangan Chyntia Kalangit di pulau Tagulandang saat pilkada serentak November 2024 lalu ini juga mengatakan, penerapan aturan ketat tak hanya berlaku untuk pelayanan kepada penumpang. Namun, dirinya ikut melarang ABK KM. Lohoraung maupun KM. Lokongbanua untuk berbisnis penjualan barito diatas kapal.
“Jangan mengikuti tradisi yang lalu-lalu, mereka itu kan sudah digaji dari perusahaan. Untuk bisnis barito silahkan kita memberikan kesempatan kepada masyarakat supaya pertumbuhan ekonomi di Tagulandang membaik. Kita hanya fokus pada angkutan saja,” ungkap Manalip saat dihubungi akhir pekan lalu.
Penerapan aturan ketat maupun pemangkasan sejumlah birokrasi di PD Pelayaran Sitaro semata-mata untuk mendukung prioritas program Bupati Kepl. Sitaro Chyntia Kalangit, SKM yang mewanti-wanti pihaknya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Meskipun fasilitas yang diberikan melalui APBN maupun APBD masih terbatas, tapi kita komit untuk terus membenahi PD Pelayaran khususnya memberikan pelayanan yang terbaik maupun rasa aman dan nyaman kepada penumpang,” janji Manalip, pria yang ikut menjadi kunci kemenangan Chyntia Kalangit di pulau penghasil buah salaj terbesar di Sulut tersebut.(msi)


