Thursday, March 12, 2026
HomeBerita UtamaMulai dari Kepala Daerah, DPRD, Tukang Ojek, Pedagang Sampai Rakyat Jelata Rindukan...

Mulai dari Kepala Daerah, DPRD, Tukang Ojek, Pedagang Sampai Rakyat Jelata Rindukan Kapal-Kapal Milik PT SPI Beroperasi Kembali

SIAU-Seluruh elemen masyarakat di kawasan Nusa yang mencakup kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun Kabupaten Talaud terus merindukan agar 6 buah kapal yang bernaung dibawah bendara PT. Surya Pasifik Indonesia (SPI) segera beroperasi.

“Jujur kami katakan bahwa kami sudah siksa, karena sudah 2 minggu ini kapal hanya 1 armada dari Siau ke Manado,” kata Sem Kaumbur, pedagang pasar Ulu Siau.


Menurut Sem, akibat berkurangnya armada kapal dari Manado-Tagulandang-Siau PP, maka dirinya mengalami kerugian jutaan rupiah setiap hari.

“Untuk saat ini kami terpaksa hanya berjualan di pasar Ulu setiap hari kapal, yakni Selasa, Kamis dan Sabtu. Otomatis dalam sepekan hanya 3 hari,” tutur Sem, Pedagang Barito (Bawang Rica Tomat).


Hal senada juga disampaikan Kartina Pieter, penumpang kapal asal Kampung Lehi, Kecamatan Siau Barat, Sitaro. Menurutnya, akibat di blokirnya ijin pelayaran dari 5 buah kapal milik PT. SPI, maka sirkulasi penumpang dari Siau ke Manado maupun sebaliknya, sangat berdampak.

“Kalau dipaksakan kapal hanya 3 kali dalam sepekan dari Siau ke Manado atau sebaliknya, maka kadang-kala berdampak pada muatan kapal. Jumlah penumpang dan barang biasanya melebihi kapasitas muat kapal dan ini membahayakan keselamatan penumpang kapal,” katanya.


Menurutnya, insiden terbakarnya KM. Barcelona VA yang terjadi baru-baru ini di perairan Talise, Minut, Sulawesi Utara, sebaiknya jangan menjadi penyebab utama bagi pihak KSOP Manado untuk ‘memblokir’ pelayaran 5 buah kapal milik PT. SPI.

“Ingat nyawa manusia lebih berharga dari sekededar kepentingan bisnis dan politik kelompok tertentu. Kanapa 1 kapal yang terbakar lantas harus berdampak pada 5 buah kapal lainnya,” cetus Pieter.


Sebelumnya, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Chntyia Kalangit, SKM dalam keterangan persnya ke sejumlah media ikut berharap agar insiden terbakarnya KM. Barcelona VA tidak akan berdampak pada lumpuhnya giat ekonomi di kabupaten Sitaro.


Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Sulut Dr. Toni Supit mengatakan, insiden terbakarnya KM Barcelona VA ikut menjadi bahan pelajaran bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut di kawasan Nusa Utara termasuk Sitaro bahwa, keselamatan pelayaran adalah hal yang paling utama.

“Kondisi ini menjadi catatan penting bagi kita bahwa, keselamatan pelayaran adalah diatas segala-galanya,” ucap Toni yang juga anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Sulut ini.(msi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments