MANADO-Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Perbatasan Drs. Moktar A Parapaga, SH mendesak Menteri Pendidikan Tinggi Sains & Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk mengevaluasi secara besar-besaran sistim pendidikan yang berlaku di Universitas Negeri Manado (Unima). Hal ini disampaikan Parapaga saat melayat jenazah Maria E Mangolo di Perum CBA, Minut (31/12) baru-baru ini.
Mantan Wakil Bupati Kepulauan Talaud ini menilai, Rektor Unima bersama jajaranya dinilai gagal dalam menjalankan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada mahasiswa dalam menjalan sistim perkuliahan di kampus.
“Kalau kondisinya seperti ini, bukan hanya terduga dosen DM alias Danny yang harus diberhentikan dari ASN. Namun, Dekan, Kaprodi bahkan pimpinan Fakultas lainnya harus bertanggung-jawab, kalau perlu dicopot dari jabatannya,” kata Parapada.
Menurut dia, jika tidak ada sanksi tegas dari Menteri Brian Yuliarto terhadap rektor dan jajaranya, maka, terkesan ada proses pembiaran bahkan terkesan melindungi oknum-oknum di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang selama ini terkait dengan kematian Maria Mangolo.
“Saya prihatin kasus yang sama juga bisa terulang kembali kepada anak-anak kita dari Nusa Utara yang selama ini menjadi tempat kost sebagai kediaman mereka sementara di Tondano maupun Tomohon,” ungkap Moktar yang saat melayat beberapa hari lalu ikut didampingi oleh mantan Kadis Kominfo Pemprov Sulut Dr. Yetti Pulu, M.Si, mantan Wakil Bupati Kepulauan Sitaro Drs. Jhon Palandung, M.Si, Pengacara Senior di Jakarta Ciprus Tatali, SH.,MH dan Tokoh Muda Nusa Utara Dr. Hendrik (Opo) Manossoh, SE.,M,Si.
Menariknya, meskipun kasus tersebut kini dalam penanganan Polda Sulut, namun, dirinya kuat menduga korban Maria Mangalo merupakan korban pembunuhan. “Tanda-tanda kekerasan ditubuh korban sangat jelas. Beberapa bagian tubuh korban memar akibat pukulan benda tumpul. Kita tunggu saja bagaimana nanti hasil otopsi tim rumah sakit, tapi dugaan saya Maria menjadi korban pembunuhan,” jelas Parapaga.
Lanjut Parapaga, pihak Polda Sulut harus transparan dengan kasus kematian Maria Mangolo, apalagi kasus tersebut ikut menyita perhatian banyak orang termasuk sejumlah Ormas dari Nusa Utara seperti Bamukisst (Badan Musyawarah Kekeluargaan Indonesia Sangihe, Sitaro & Talaud), IKISST (Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe, Sitaro & Talaud) dan IKSAT.
“Siapapun pelaku yang terlibat dibalik kemarin Maria Mangolo harus ditindak tegas. Jangan ditutupi. Kami masyarakat Nusa Utara minta keadialan dibalik kasus ini,” cetus Paparapaga yang juga mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Bitung ini.(msi)


