TAGULANDANG-Meskipun 8 kampung/kelurahan di pulau Siau, Kab. Kepl. Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) saat ini masih berduka akibat banjir bandang yang merenggut 14 korban jiwa (data sementara), namun ratusan KK (Kepala Keluarga) yang ikut menjadi korban letusan Gunung Ruang di Tagulandang terus menanti perkembangan terbaru dari upaya penyidikan yang dilakukan Kejati Sulut.
Bagi mereka, upaya pengambilan keterangan terhadap 200 orang lebih korban letusan Gunung Ruang dan upaya penggeledahan yang dilakukan Tim Kejati Sulut di Tagulandang dan ruangan Fraksi Gerakan Restorasi & Fraksi Golkar di DPRD Sitaro awal Desember 2025 lalu sudah cukup bukti untuk menetapkan siapa tersangka dibalik kasus dana stimulan sebesar Rp 34 milyar lebih tersebut.
“Ini merupakan sejarah di Kab. Kepl. Sitaro, 200 lebih orang ikut dimintai keterangan dan dijadikan saksi dalam kasus tersebut,” kata Yohanes Missah, tokoh masyarakat Tagulandang.
Pelapor utama kasus dugaan korupsi dana stimulan Gunung Ruang tersebut mengatakan, dirinya sampai saat ini terus menanti janji Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH.,MH yang awal Desember 2025 lalu sempat membuat keterangan bahwa dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka.
“Sebelum natal sampai dengan natal bahkan tahun baru 2026, korban gunung ruang terus menunggu janji Kajati Sulut. Persoalannya, upaya penggeledahan yang dilakukan tim kejati Sulut dan pemeriksaan ratusan saksi viral ke mana-mana. Wajar, jika para saksi bertanya perkembangan kasus tersebut,” ungkap Missah.
Sebelumnya, dalam keterangan pers Selasa, (09/12) tahun 2025 lalu, Kejati Sulut ikut mengungkapkan bahwa, proses penanganan perkara ini telah melalui penyelidikan intensif selama tiga minggu, sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Dalam waktu tidak lama kami akan tetapkan tersangka. Tunggu tanggal main saja,” janji Kajati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy waktu itu.(msi)


