MANADO-Bentuk keseriusan Kajati Sulut dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana stimulan bantuan bencana alam Gunung Ruang Tagulandang di Kab. Kepl. Sitaro tak hanya sebatas ikut mememeriksa 200 lebih saksi maupun ikut melakukan penggeledahan di rumah salah satu anggota DPRD Kab. Kepl. Sitaro di Tagulandang.
Namun, dikabarkan, Tim Kejaksaan Tinggi Sulut Senin, (12/1) kemarin kembali turun ke Tagulandang untuk menyisir sejumlah rumah penduduk yang rusak parah dan terdampak Gunung Ruang namun tidak menerima bantuan.
“Saya menerima informasi ada 7 orang penyidik kejaksaan yang balik lagi ke Tagulandang,” beber salah satu anggota DPRD Kab. Kepl. Sitaro.
Menurut sumber tersebut, kuat dugaan kembalinya Tim Kejati Sulut ke Tagulandang untuk memperkuat barang bukti terkait dengan dugaan korupsi dana stimulan bantuan bencana alam tahun 2025 lalu. “Mungkin juga untuk menambah barang bukti,” katanya.
Sementara itu, Praktisi Hukum yang juga mantan Ketua Pengadilan Negeri Tahuna Eduard Manalip, SH.,MH mendesak Kajati Sulut untuk tidak ragu-ragu dalam menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
“Sepintas saya lihat bahwa, siapa-siapa yang akan menjadi tersangka sudah jelas. Barang buktinya sudah cukup. Kasus ini perlu ada kepastian hukum supaya tidak menciptakan opini liar korban bencana terhadap Kejati Sulut,” ungkap Manalip.
Mantan Ketua PN Merauke ini juga mengatakan, keterangan yang disampaikan para saksi di Tagulandang maupun keterangan langsung dari BPBN (Badan Penanggulangan Bencana Nasional) di Jakarta sudah menjadi bukti kuat bagi Tim Kejati Sulut untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
“Kalaupun ada orang besar yang terlibat tidak perlu takut untuk ditetapkan menjadi tersangka. Kajati harus buktikan bahwa, hukum diatas segala-segalanya tanpa pandang status sosial,” ujar Manalip.
Pelapor utama kasus dugaan korupsi bantuan bencana alam Gunung Ruang Yohanis Missah saat dihubungi ikut membenarkan bahwa ada tim Kejati yang balik lagi ke Tagulandang. “Benar, mereka ikut menyisir sejumlah korban di kampung Bahoi dan sekitarnya,”jelas Missah.(msi)


