Monday, June 24, 2024
HomePendidikanTokoh Masyarakat Nusa Utara Apresiasi Konsep & Gagasan Ketua LPPM Unima

Tokoh Masyarakat Nusa Utara Apresiasi Konsep & Gagasan Ketua LPPM Unima

MANADO-Konsep dan gagasan yang disampaikan Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Univeriatas Negeri Manado (Unima) Dr. Amstrong F Sompotan, S.Si.,M.Si terkait dengan sudah saatnya Unima hadir di sejumlah kabupaten-kota di Sulut termasuk di nusa Utara ikut direspon positif tokoh masyarakat Nusa Utara Jehezkiel Lairah.,S.Sos.,M.AP.


Menurut Lairah, letak geografis masyarakat di kabupaten Sangihe, kabupaten Sitaro dan kabupaten Talaud yang dipisahkan oleh laut dengan kota Manado maupun Minahasa, menuntut sudah saatnya Unima hadir di Nusa Utara.

“Saya sangat setuju dengan konsep dari Ketua LPPM Unima Dr. Amstrong yang memiliki ide dan gagasan perlunya pembangunan kampus Unima di Nusa Utara seperti di Sitaro. Ini konsep brilian yang patut di dukung oleh pemerintah daerah,” kata Lairah.

Menurut Lairah, selama ini yang menjadi kendala utama lulusan SMA di Nusa Utara untuk melanjutkan studi ke Unima, Unsrat maupun PTN dan PTS adalah, besarnya biaya pendidikan serta jarak tempuh yang harus melalui lalui.

“Biaya pendidikan yang dimaksud adalah terkait dengan biaya kost, makan, transport dan kebutuhan pendidikan lainnya,” jelas Lairah, yang juga merupakan alumni Pasca Sarjana Unima ini.


Kondisi ini lanjut Lairah, akhirnya memadamkan semangat orang tua untuk mendorong anaknya untuk melanjutkan studi ke Unima maupun Unsrat, karena umumnya mereka berasal dari keluarga tak mampu atau keluarga miskin.

“Kalau sudah ada Perguruan Tinggi di Sangihe maupun Sitaro, otomatis minat lulusan SMA untuk melanjutkan studi ke PTN maupun PTS akan sangat besar,” kata Lairah dalam sebuah diskusi politik Kamis, (23/05) kemarin di salah satu Cafe di Kawasan Mega Mas Manado.

Sebelumnya, Katua LPPM Unima Dr. Amstrong F Sompotan, S.Si.,M.Si ikut menyampaikan konsep dan gagasan terkait dengan perlunya pembangunan kampus Unima di Sitaro atau di Sangihe. Konsep ini disampaikan Sompotan ketika dirinya diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal usai dirinya mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor Unima periode 2024-2028 awal Mei lalu.(msi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments