Tuesday, January 20, 2026
HomeBerita UtamaUnima Dihantam Kasus Bertubi-tubi, Gugatan Plagiat & Gantung Diri belum Selesai, Kini,...

Unima Dihantam Kasus Bertubi-tubi, Gugatan Plagiat & Gantung Diri belum Selesai, Kini, Polda Sulut ‘Obrak-Abrik’ Gedung Pancasila

TONDANO-Universitas Negeri Manado (Unima) diera kepemimpinan Rektor Joseph Kambey, Ph.D terus dihantam dengan sejumlah kasus yang kini sementara bergulir di Pengadilan Tinggi (PT) Manado, (PT) TUN Jakarta maupun Polda Sulut.


Belum habis sangketa dugaan Plagiat yang diduga ikut dilakukan rektor Unima di PT TUN Jakarta maupun PT Manado (Perdata) dan kasus kematian mahasiswa Prodi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Fakultas Ilmu Pendidikan Unima EMM alias Eva awal Desember 2025 lalu, kini, Unima dihantam dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Pancasila yang menelan anggaran sebesar Rp 71 milyar.


Menariknya, jika sebelumnya laporan kasus tersebut terkesan lambat ditindak-lanjuti oleh Tipidkor Polda Sulut, namun konon akhir pekan lali Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara (Sulut) sedikitnya sudah memeriksa 20 orang saksi untuk dimintai keterangannya.

“Saat ini kami sudah memeriksa kurang lebih sekitar 20 orang untuk diambil keterangan dalam proses wawancara untuk proses penyelidikan,” ujar Kombes Pol Fx Winardi Prabowo, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulut kepada sejumlah wartawan.


Menurut Winardi, pihaknya masih melakukan terus melakukan pendalaman terkait dugaan korupsi ini, Pasalnya kata Winardi, ada dugaan perdata yang dilakukan oleh oknum kontraktor. “Kontraktor menggugat untuk dilakukan penambahan waktu serta penunjukan kembali dia sebagai kontraktor karena adanya perbedaan antara perencanaan dengan keadaan di lapangan,” beber Winardi.


Lanjut Winardi, dalam kasus ini pihaknya intens melakukan koordinasi dengan BPKP guna memberikan penilaian terhadap kualitas dari bangunan apakah sesuai spek atau tidak.


Kasus pidana maupun perdata yang menimpa Unima selang beberapa bulan terakhir ini rupanya ikut menyita perhatian sejumlah alumni kampus yang berkedudukan di bukit Masarang Tondano tersebut. Jehezkiel Lairah, S.Sos.,M.AP alumni pasca sarjana Unima saat dihubungi mengatakan, hantaman berbagai kasus yang menimpa Unima belakangan ini bisa saja menciptakan hilangnya kepercayaan publik terhadap Unima.

“Kalau diterpa dengan kondisi seperti ini, mana ada orang tua yang akan menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di Unima. Sebagai alumni Unima, saya prihatin dengan kondisi ini. Mari kita selamatkan Unima,” harap Lairah.(msi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments