SIAU-Aksi turun langsung ke lapangan dan menyapa langsung masyarakat dari kampung ke kampung yang dilakukan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Chyntia Kalangit, SKM akhir-akhir ini, langsung mengundang rasa simpati masyarakat di kabupaten yang kaya akan potensi komoditi pala tersebut.
Pendekatan langsung kepada masyarakat yang dilakukan bupati Chyntia merupakan salah satu faktor penting untuk menguji sejauh mana keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program.
“Saya memberikan apresiasi terhadap langkah ini. Dengan kondisi geografis kabupaten Sitaro yang didominasi daerah perbukitan dan pegunungan, maka di butuhkan sosok kepala daerah yang suka turun lapangan,” kata mantan Wakil Bupati Kepulauan Sitaro Drs. Jhon Palandung, M.Si.
Hanya saja menurut Palandung, sikap antusias bupati Chyntia Kalangit yang getol menemui masyarakat di wilayah, sebaiknya wajib diikuti oleh pejabat esolon II, III maupun pejabat terkait lainnya.
“Pejabat teknisnya harus mendampingi langsung. Supaya semua aspirasi yang disampaikan masyarakat di lokasi di catat oleh pejabat teknis ataupun sebaliknya, ada hal-hal yang perlu di konfirmasi oleh bupati pejabat yang bersangkutan langsung memberikan keterangan,” ungkap Palandung, mantan birokrat kelahiran Siau, yang punya pengalaman segudang di dunia pemerintahan daerah.
Mantan Pejabat bupati Sangihe ini juga mengatakan, pejabat yang akan sama-sama mendampingi bupati sebaiknya jangan dibatasi hanya beberapa orang saja.
“Pejabat yang akan disposisi Sekda nanti, akan menyesuaikan dengan permasalah wilayah dimana lokasi yang akan dikunjungi bupati. Kalau di Buhias, selain Kadis PUPR dan Kepala Bappeda, Kadis Pariwisata dan Dirut PDAM juga perlu dilibatkan termasuk Camat. Kalau perlu pejabat yang akan turun, beberapa saat sebelum kedatangan bupati, sudah ada di lokasi,” ucap Palandung yang juga mantan Sekwan DPRD Provinsi Sulut ini.
Bupati Kepl. Sitaro Chyntia Kalangit, SKM akhir pekan lalu memang ikut melakukan kunjungan ke kampung Winangun/Komang di Kecamatan Siau Barat Utara, Sitaro. Karena medan jalan yang harus dilalui berbukit dan berada diketinggian, maka, bupati ikut menumpang kendaraan roda dua yang dikendarai oleh sopir dinas bupati. Nampak juga suami bupati Reynol Tumbio, SE ikut mengendarai sepeda motor dan mengikitunya dari belakang.(msi)


